KEDIRI – Dengan tujuan meminimalisir jatuhnya korban dan membekali diri dengan ilmu kebencanaan. BPBD Kota Kediri menggelar simulasi kebencanaan di SMPN 6 Kota Kediri. Sekolah ini terpilih mewakili tingkat SMP, menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Kediri. Hadir dalam kegiatan ini dan memberikan penyemangat, Wakil Wali Kota Kediri, KH. Muhammad Qowimuddin Thoha, Sabtu (10/05).
“Ini ditujukan ketika suatu saat ada bencana masyarakat sudah siap ambil bagian dalam penanganan bencana tersebut. Agar nantinya korban bisa diminimalisir seminim mungkin,” ungkap Gus Qowim, sapaan akrab beliau.
Total ada 35 peserta meliputi perwakilan sekolah, warga, dan perangkat kelurahan yang terlibat dan kemudian resmi dikukuhkan tim SPAB oleh Gus Qowim.
Dalam simulasi ini, diperagakan evakuasi dari gempa bumi magnitudo dengan skala 6.0 sr. Mulai dari evakuasi siswa ke tempat terbuka, evakuasi korban hingga mendirikan pokso tanggap bencana.
Disampaikan Joko Arianto selaku Kalaksa BPBD Kota Kediri, bahwa di Kota Kediri sebelum dilakukan di SDN Betet 1, SMAN 2 Kota Kediri dan SMA 5 Taruna Brawijaya.
“Ini dipilih karena Gayam salah satu kelurahan yang rawan bencana seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung,”, terangnya.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Kediri, Boedi Pramono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri, telah memilih sekolah dipimpinnya
“Sebelumnya saya kaget sekolah yang berada di dekat persawahan terpilih. Tapi mungkin BPBD melihat rawan bencana di sini. Kami siap bukan hanya di Gayam namun dimana pun jika dibutuhkan BPBD,” ujarnya.
jurnalis : Sigit Cahya SetyawanBagikan Berita :









