foto : Sigit Cahya Setyawan

Viral Video Dua Remaja di Mojo Dikeroyok Secara Brutal Sekelompok Orang Saat Cari Makan Dini Hari

KEDIRI – Insiden pengeroyokan brutal kembali terjadi di wilayah Kediri. Dua remaja asal Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menjadi korban aksi kekerasan tak beralasan oleh sekelompok orang tak dikenal saat tengah mencari makan pada Minggu dini hari (07/07).

Salah satu korban, MK (16), mengungkapkan bahwa ia dan rekannya, MIK (20), diserang secara tiba-tiba saat berhenti di depan sebuah toko elektronik di Jalan Raya Mojo, Desa Sukoanyar. Keduanya saat itu sedang dalam perjalanan menuju Desa Pagak, Kecamatan Ngadiluwih.

“Kami baru beberapa menit keluar rumah, tiba-tiba dicegat sekelompok orang berpakaian serba hitam. Saya dipukul, ditendang, bahkan dihantam pakai pecahan cor. Untung saya pakai helm, kalau tidak bisa lebih parah,” ujar MK saat ditemui di kediamannya.

Akibat serangan tersebut, MK mengalami luka lecet di lutut, memar di beberapa bagian tubuh, serta nyeri hebat di pinggang. Temannya, MIK, mengalami luka serius di bagian kepala dan lebam di sekujur tubuh. Keduanya sudah menjalani visum di RS Bhayangkara dan kini tengah menjalani perawatan di rumah.

Ayah MK, Abdul Kayin, menegaskan bahwa anaknya bukan anggota perguruan silat mana pun dan dikenal sebagai remaja yang berperilaku baik di lingkungannya. Ia menduga, para pelaku merupakan rombongan perguruan silat yang baru pulang dari acara pencak dor di Blitar.

“Anak saya memang pakai pakaian hitam-hitam, mungkin dikira bagian dari kelompok tertentu. Bisa jadi ini salah sasaran. Kami minta polisi segera menangkap para pelaku supaya tidak ada korban lagi,” ujar Abdul dengan nada geram.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana menyampaikan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan intensif. Polisi telah mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV dari lokasi kejadian guna mengidentifikasi para pelaku.

“Saat ini laporan masih kami dalami. Karena korban terdiri dari satu orang dewasa dan satu anak di bawah umur, kasus ini ditangani oleh Unit Pidum dan PPA,” jelas AKP Cipto saat dikonfirmasi pada Senin pagi (07/07).

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang marak di sejumlah wilayah. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bepergian di malam hari. Polisi juga diharapkan bertindak cepat agar situasi kembali kondusif dan tidak menimbulkan ketakutan di tengah warga.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan