KEDIRI — Semangat kebangsaan membuncah di bawah langit Lapangan Brigif 16/Wira Yudha. Sorak para kadet memecah udara, menandai berakhirnya tiga hari penuh tempaan jiwa dan karakter dalam Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang III Tahun Anggaran 2025. Sejak Jumat (31/10) hingga Minggu (2/11), ratusan siswa dari berbagai SMK di Kediri Raya ditempa dalam disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air — dan pagi itu, semuanya berpuncak dalam upacara penutupan yang penuh kebanggaan.
Dalam suasana khidmat, Brigjen TNI Zainul Bahar membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin, M.A., yang menegaskan betapa pentingnya kegiatan KKRI sebagai wadah pembentukan generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis.
“Disiplin, kekompakan, dan rasa tanggung jawab para kadet mencerminkan generasi muda yang siap meneruskan perjuangan bangsa Indonesia,” ujar Pangdam dalam amanatnya yang disambut tepuk tangan semangat peserta.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, dan pelatih yang telah mencurahkan tenaga serta dedikasi selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pelatihan yang berlangsung di lingkungan pasukan tempur memberi nilai tambah tersendiri — membentuk karakter, menanamkan disiplin, serta memupuk kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Melanjutkan pesan tersebut, Brigjen Zainul Bahar menekankan bahwa KKRI bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bagian dari program nasional pembinaan generasi muda yang terus bergulir di seluruh wilayah Indonesia, di bawah koordinasi Kodam V/Brawijaya.
“Program KKRI akan terus digulirkan agar semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi pribadi disiplin dan cinta tanah air,” tegasnya.
Sebanyak 500 siswa SMK se-Kediri Raya ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka dibekali berbagai materi pembinaan seperti Bela Negara, Wawasan Nusantara, Pancasila, Sistem Pertahanan, Kepemimpinan, bahaya narkoba, pengetahuan SAR, hingga etika penggunaan media sosial. Semua dirancang untuk memperkuat karakter serta menanamkan nilai kebangsaan secara menyenangkan dan aplikatif.
Di antara ratusan peserta, Rizki Rochmaditya, siswa SMKN 1 Semen, mengaku mendapatkan pengalaman tak terlupakan.
“Seru dan membanggakan bisa ikut KKRI. Kami belajar disiplin, kerja sama, dan arti kebersamaan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi,” ungkapnya penuh semangat.
Suara Rizki mewakili banyak peserta lain yang merasakan hal serupa — bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan perjalanan kecil menuju kedewasaan dan kecintaan pada bumi pertiwi.
Upacara penutupan yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Brigjen TNI Zainul Bahar dan Komandan Upacara Dandim 0809/Kediri, Letnan Ragil Jaka Utama, menjadi penanda berakhirnya satu bab penting dalam perjalanan para kadet muda. Namun, semangat yang mereka bawa pulang jelas bukan akhir — justru awal dari langkah panjang menapaki jalan pengabdian kepada bangsa.
Di bawah kibaran Merah Putih yang tegak di tengah lapangan, semangat itu terasa nyata: semangat untuk terus berjuang, belajar, dan mencintai tanah air. Karena dari Kediri, lahir generasi muda yang tak hanya berani bermimpi — tapi juga siap menjaga Indonesia dengan hati dan tindakan.









