KEDIRI – Seiring digelarnya Operasi Zebra Semeru, jajaran Satlantas Polres Kediri berupaya memberikan pemahaman hukum kepada para pengguna jalan raya. Disampaikan Kanit Turjawali, Ipda Jhady, Senin kemarin. Bahwa sejumlah titik di Kabupaten Kediri telah ditempatkan anggota untuk tertib berlalu lintas.
Operasi Zebra Semeru digelar tahun ini memiliki tujuh sasaran, diantaranya membonceng orang dewasa lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan dan melawan arus, kemudian pengendara di bawah umur serta pengendara motor tidak menggunakan helm SNI,
Ipda Jhady menuturkan bahwa tujuan utama operasi ini menekan angka kecelakaan dan angka kematian akibat berlalu lintas. “Dalam Operasi Semeru ini, kami juga menerapkan e-tilang atau tilang elektronik. Bagi yang tidak taat, langsung terdeteksi data pemilik kendaraan hanya melalui plat nomor,” jelasnya.
Ada tiga titik menjadi prioritas dalam operasi ini, yaitu wilayah Ngasem, Kota Pare dan Pertigaan Mengkreng. “Wilayah Ngasem karena rawan pelanggaran, wilayah Pare karena parkir sembarangan dan wilayah Mengkreng kerap terjadi kemacetan,” jelasnya.
Menyikapi maraknya aksi balapan liar di kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri hingga Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Aipda Aris Kusuma selaku Komandan Pos Katang menjelaskan. Bahwa pihaknya memiliki dua unit mobil Incar, kendaraan dipergunakan untuk e-Tilang. Selain berjaga selama 24 jam bersama dengan Dinas Perhubungan.
“Kami beranggotakan 8 orang berjaga bergantian. Kami selalu lakukan patroli kadang patroli gabungan, salah satu sasarannya di SLG dam kawasan blank spot. Bila kami berjaga 24 jam di pos, sementara untuk anggota Dishub hingga pukul 12 malam,” jelasnya.
Terkait penegakkan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), Soehardi selaku Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri menerangkan. Untuk wilayah KTL kini dilakukan revisi dipusatkan di kawasan SLG. “Setelah dilakukan evaluasi ada revisi, dari sebelumnya mulai dari Simpang Tiga Tepus hingga depan Pemkab,” jelasnya.
Dia pun menegaskan bahwa selama ini Dinas Perhubungan selalu rutin melakukan patroli termasuk bila ada kendaraan yang parkir di Zona KTL. “Kami telah memasang rambu larangan, kita juga hunting untuk memberikan pemahaman agar tidak parkir di wilayah tersebut. Kemudian kami melakukan sosialisasi lewat voice pada CCTV terpasang. Tujuannya membangun budaya disiplin,” jelasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









