TMMD KODIM 0809 Kediri di SDN Gandungan 3 (Bram Radyan)

TNI Hadir Membawa Warna Baru Dunia Pendidikan, Loreng dan Tawa Anak Sekolah Warnai TMMD di Desa Gadungan Puncu

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suara guru terdengar lembut dari dalam kelas, disambut tatapan penuh perhatian para siswa yang duduk rapi di bangku kayu mereka. Di luar ruangan, pemandangan berbeda tersaji. Puluhan pria berseragam loreng tampak sigap membersihkan dinding, mengamplas pagar, lalu menyapukan cat baru ke gerbang dan tembok sekolah.

Itulah potret pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar Kodim 0809 Kediri di SDN Gadungan 3, Kecamatan Puncu. Di tengah aktivitas belajar yang tetap berjalan, para personel TNI bekerja dalam senyap, memperbarui wajah sekolah dengan sentuhan warna dan semangat gotong royong.

Perwira Koordinator TMMD, Kapten Inf Wahyudi, menjelaskan bahwa pengecatan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pagar dan gerbang, tetapi juga ruang-ruang kelas serta bagian lain dari bangunan sekolah.

“Kita cat full, semua. Mulai dari depan, ruang kelas dan lainnya. Untuk SDN Gadungan 3 ini kita targetkan lima hari maksimal enam hari. Setelah itu, kita akan bergeser ke sekolah lain di Desa Gadungan yang juga masuk program TMMD,” ujar Kapten Wahyudi, yang juga menjabat sebagai Danramil Kandangan.

Program TMMD kali ini menyasar empat sekolah di Desa Gadungan. Seluruhnya akan mendapatkan pengecatan total agar lingkungan belajar menjadi lebih bersih, segar, dan nyaman. Warna baru diharapkan tak sekadar memperindah tampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan semangat bagi para siswa.

Motivasi Bagi Warga Sekolah

TMMD KODIM 0809 Kediri di SDN Gandungan 3 (Bram Radyan)

Kepala SDN Gadungan 3, Nur Edy, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, bantuan tersebut menjadi berkah sekaligus motivasi baru bagi warga sekolah.

“Alhamdulillah sekolah kami terpilih menerima manfaat program ini. Mudah-mudahan dengan wajah baru, siswa-siswi semakin semangat belajar,” tuturnya.

Ia memastikan bahwa proses pengecatan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Personel TNI, menurutnya, mampu mengatur waktu pengerjaan dengan cermat.

“Kalau siswa sedang belajar, bapak-bapak tentara mengecat bagian luar. Nanti setelah anak-anak pulang, baru bagian dalam yang dikerjakan. Mereka pintar membagi waktu, dan personel yang terlibat juga cukup banyak,” jelasnya.

Di sela-sela aroma cat yang masih basah, anak-anak tetap mengeja pelajaran seperti biasa. Namun kini, mereka melakukannya dengan latar dinding yang perlahan berubah warna—lebih cerah, lebih segar, seolah membawa harapan baru.

Melalui TMMD, kehadiran TNI tak hanya terlihat dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam upaya menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat. Di SDN Gadungan 3, loreng-loreng itu bukan sekadar seragam. Ia menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Dan ketika cat itu mengering sempurna beberapa hari ke depan, yang tersisa bukan hanya tembok yang tampak baru. Melainkan juga cerita tentang sinergi, tentang tangan-tangan yang bekerja diam-diam, demi senyum anak-anak yang terus belajar meraih cita-cita.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :