Tim Putri Jakarta Pertamina Enduro Kalahkan Jakarta Electric PLN dalam Empat Set

Bagikan Berita :

KEDIRI – Laga perdana final four Proliga 2025 di GOR Joyoboyo Kota Kediri berlangsung sengit. Tim putri Jakarta Pertamina Enduro sukses membuka langkah awal dengan manis usai menaklukkan Jakarta Electric PLN dalam pertandingan empat set, Kamis (17/04).

Pertamina Enduro langsung menunjukkan dominasinya sejak awal set pertama. Meski Electric PLN sempat memberikan perlawanan sengit dengan saling kejar poin hingga kedudukan 14-14, permainan tajam dari pemain asing baru mereka, Thompson, berhasil mengantar Pertamina Enduro unggul 25-20.

Set kedua, dominasi Pertamina makin tak terbendung. Tim asuhan Bulent Karslioglu bahkan sempat unggul jauh 16-7. Namun, Electric PLN menunjukkan mental juara. Serangan demi serangan dari Shemanova sukses memperkecil ketertinggalan hingga skor 20-18. Meski demikian, set tetap menjadi milik Pertamina Enduro dengan skor ketat 28-26.

Tak ingin pulang tanpa perlawanan, Electric PLN bangkit di set ketiga. Pertandingan kembali berlangsung alot hingga skor imbang 14-14. Kali ini, konsistensi permainan tim asuhan pelatih Chakman Dokmai membuahkan hasil, menutup set dengan kemenangan 25-20.

Namun harapan untuk memaksakan laga hingga set kelima pupus di set keempat. Meski kedua tim sama-sama menampilkan performa solid, Jakarta Electric PLN harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 25-22. Pertamina Enduro pun menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.

Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, mengakui bahwa laga ini tidak berjalan mudah, terlebih dengan kehadiran pemain baru yang masih dalam proses adaptasi.

“Pertandingan tadi tidak mudah. Pemain baru juga baru datang, kita coba semua posisi keluar ganti. Beberapa belum maksimal, tapi jadi evaluasi untuk laga berikutnya,” ujar Bulent.

Sementara itu, Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, menyebut timnya belum tampil sesuai harapan dan masih banyak melakukan kesalahan teknis.

“Hasilnya kurang memuaskan. Kami tetap berusaha memaksimalkan pertandingan awal dari final four. Banyak mistake dari service, spike, dan recip. Ini jadi bahan evaluasi,” kata Alim.

jurnalis ; Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :