foto ; anisa fadila

Tim Penggerak PKK Gelar Senam Sehat : Wujud “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”

Bagikan Berita :

KEDIRI – Tawa, gerak lincah, dan semangat membara para lansia memenuhi Taman Sekartaji, Kamis (11/9). Ratusan warga lanjut usia larut dalam kebersamaan lewat Senam Sehat Bersama dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 yang mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera.”

Keceriaan itu menjadi bukti nyata meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Kota Kediri. Angka Usia Harapan Hidup (UHH) pun kian membanggakan, mencapai 75,94 tahun pada 2024.

Acara ini terwujud berkat kolaborasi Dinas Sosial Kota Kediri dengan Pokja 1 TP PKK. Hadir di tengah-tengah peserta, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua TP PKK Kota Kediri Ny. Faiqoh Azizah Muhammad, serta Kepala Dinsos Paulus Luhur Budi Prasetya.

Dalam sambutannya, Gus Qowim menegaskan bahwa lansia bukan sekadar kelompok usia, melainkan aset bangsa yang keberadaannya mencerminkan kualitas pelayanan pemerintah.

“Saat ini jumlah lansia di Kota Kediri mencapai sekitar 40.777 orang yang tersebar di 46 kelurahan. Angka ini sekaligus potensi dan tantangan dalam menjaga kesehatan mereka,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan berbagai program berkelanjutan, seperti Sekolah Lansia Tangguh hasil kerja sama DP3AP2KB dengan BKKBN Jatim, keberadaan Posyandu Lansia di seluruh kelurahan, hingga bantuan sosial melalui DTKSEN bagi mereka yang masuk kategori rentan.

Tak hanya pemerintah, TP PKK Kota Kediri juga turut berperan aktif. Menurut Ny. Faiqoh Azizah Muhammad, lansia tidak hanya perlu dukungan fisik, melainkan juga spiritual dan produktivitas agar tetap berdaya.

“Program kami mencakup dua sisi: jasmani lewat senam sehat, dan rohani melalui majelis taklim serta sekolah lansia. Harapannya, kegiatan semacam ini bisa rutin digelar minimal sebulan sekali,” jelas Faiqoh.

Senada, Kepala Dinsos Paulus Luhur Budi Prasetya menekankan bahwa dukungan bagi lansia tidak berhenti pada bantuan tunai atau pangan. Layanan seperti makanan siap saji yang diantar dua kali sehari bagi lansia tidak mampu, hingga bantuan Rp200 ribu per bulan bertujuan menjaga kemandirian dan aktivitas mereka.

“Kami ingin lansia tetap sehat, aktif, dan produktif. Karena itu, dukungan tak hanya berbentuk materi, tetapi juga lewat posyandu, kegiatan kesehatan, hingga aktivitas pemberdayaan,” tegas Paulus.

Kemeriahan di Taman Sekartaji hari itu seakan menjadi simbol bahwa usia bukan penghalang untuk tetap sehat, bahagia, dan berdaya.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :