Pembersihan dilakukan manual karena terkendala akses jalan (Sigit Cahya Setyawan)

Tim Gerak Cepat Dinas PUPR Diturunkan Normalisasi Saluran Air di Wilayah Dermo

Bagikan Berita :

KEDIRI – Jadi langganan banjir, aliran irigasi yang melintasi kelurahan Dermo Kota Kediri dilakukan normalisasi secara manual oleh tim Gerak Cepat Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Kediri.

Diterangkan Endang Kartikasari selaku kepala dinas, dikonfirmasi Kamis (15/02). Bahwa normalisasi aliran Sungai Dermo ini, membersihkan tanaman liar mengembalikan saluran ke bentuk semula.

“Sehingga air tidak tersumbat dan mengalir dengan lancar,” terangnya. Bahwa penggerjaan ini telah dilakukan sejak 30 Januari lalu, atas aduan dari masyarakat dan telah diselesaikan 10 Pebruari lalu. Kenapa dilakukan manual, dijelaskan Endang Kartikasari, karena terkendala akses jalan sehingga alat berat tidak bisa masuk ke lokasi.

Terkait banjir, dibenarkan Heri Dwi Sugiono selaku Sekretaris Kelurahan Dermo, menggenangi Perumahan Griya Intan Asri ketika hujan intensitas tinggi. Dirinya menilai, terjadinya banjir karena sikap kurang pedulinya warga setempat membersihkan saluran air.

“Mereka hanya mengeluh saja tapi tidak kerja bakti. Kami tidak bermaksud memojokkan warga perumahan karena meskipun mayoritas pendatang tetap warga kita. Bagaimana penyelesaian nya kita bantu. Akhirnya kita surati Dinas PU,” jelasnya.

Pendangkalan Saluran Air

Heri Dwi Sugiono selaku Sekretaris Kelurahan Dermo melihat saluran usai dibersihkan (Sigit Cahya Setyawan)

Diketahui aliran air berada diperbatasan Kelurahan Dermo dan Mrican dengan lebar sekitar 1 meter. Namun ketika masuk ke area persawahan di timur perumahan, aliran semakin sempit karena rumput menjalar tetapi ketika mendekati muara sudah dibuatkan tanggul besar dan dalam.

Warga menyebut faktor utama banjir ialah fungsi aliran air yang tidak maksimal karena terjadi pendangkalan dan terhambat semak dan rumput. Arif Rahman selaku ketua RT mewakili warga perumahan menjelaskan. Jika sudah waktunya pengerukan dilakukan.

“Dinas PU hanya membersihkan rumput alang-alang. Dampaknya memang sudah terasa. Tapi ketika hujan lebat sekitar 2 jam ya banjir. Perlu normalisasi istilahnya. Sebelum tahun baru sudah pernah banjir parah hingga selutut orang dewasa,” ujarnya.

Jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :