KEDIRI – Perwakilan LSM menamakan diri Forum Komunikasi Kediri Maju menggruduk Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri. Kedatangan mereka, pada Selasa (11/02) mendesak Kemenag mengusut dugaan pungutan liar terjadi di lingkungan madrasah.
“Kami telah berkirim surat ke Kemenag karena banyak sekali sumbangan berkedok jariyah ataupun infaq masjid yang nominalnya besar,” ungkap Isminah, ucap koordinator aksi.
Adapun besaran nominal berada dikisaran satu hingga lima juta rupiah.
“Bahkan siswa berprestasi juga harus membayar seperti biaya latihan dan lain sebagainya ini sangat memberatkan orang tua, memang yang meminta iuran seperti itu kan komite seperti di MTS Model itu dugaan kami sudah lama nggak ganti dan tidak layak,” tambahnya.
Pungutan berkedok infaq dan jariyah tersebut menurut Isminah diwajibkan sehingga siswa yang tidak dapat membayar tidak bisa mengikuti ujian.
Terkait kedatangan perwakilan LSM yang menggelar aksi ini, Tontowi Jauhari selaku Kasubag TU Kemenag Kabupaten Kediri menerangkan.
“Iya kedatangan mereka meminta kejelasan terkait dugaan pungutan di madrasah memang kita sampaikan bahwa iuran di masing-masing sekolah ada mekanismenya melalui komite masing-masing sekolah dan kemenag tidak ikut-ikut,” ungkap Tontowi Jauhari.
Dia menjelaskan bahwa jariyah ataupun sodaqoh yang menjadi iuran di madrasah tersebut tidak ditentukan nominalnya.
“Sebenarnya iuran hak penuh masing-masing madrasah kami tidak ikut campur, tapi kami akan tindak lanjuti dengan sosialisasi masif kepada kepala madrasah dan komite seluruh madrasah di Kabupaten Kediri pada Jumat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa pihak Kemenag tidak tutup mata dan akan melakukan bimbingan.
“Sebenarnya semua iuran bagi siswa kurang mampu atau misalnya anak yatim, pihak madrasah sudah memberikan keringanan ini hanya masalah miss komunikasi dan semua iuran itu bukan dari kepala sekolah tapi komite,” terangnya.
Pekan ini, dia pun berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut. Selanjutnya Kemenag akan melakukan pembinaan kepada kepala madrasah dan komite madrasah di Kabupaten Kediri.
jurnalis : Kintan Kinari AstutiBagikan Berita :









