KEDIRI – Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di wilayah Kota Kediri. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan melakukan peninjauan lokasi pembangunan pada Minggu (23/02).
Langkah ini menjadi perhatian, mengingat hingga saat ini belum satu pun bangunan permanen KKMP berdiri di wilayah Kota Kediri. Kondisi tersebut berbeda dengan Kabupaten Kediri yang pembangunan koperasinya sudah lebih dahulu berjalan.
“Mohon doa restunya, kami akan melakukan percepatan pembangunan koperasi merah putih di wilayah kota, seperti yang sudah kami lakukan di Kabupaten Kediri,” ujar Dandim saat menghadiri tasyakuran di Koperasi Merah Putih Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih.
Menurut Dandim, percepatan pembangunan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat yang menargetkan penyelesaian program dalam kurun waktu sekitar 90 hari.
Namun demikian, pembangunan KKMP di Kota Kediri menghadapi kendala serius, yakni keterbatasan lahan. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Kota Kediri masuk dalam kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Status tersebut membuat lahan tidak dapat dialihfungsikan untuk pembangunan non-pertanian.
Padahal, sebanyak 46 KKMP di Kota Kediri telah resmi mengantongi izin pendirian dan berbadan hukum. Artinya, secara administratif koperasi-koperasi tersebut telah memenuhi persyaratan untuk beroperasi.
Dari jumlah tersebut, baru tiga koperasi yang memiliki bangunan permanen. Ketiganya berdiri di atas lahan aset milik Pemerintah Kota Kediri dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagai solusi atas keterbatasan lahan, Pemerintah Kota Kediri menggagas skema penggunaan bersama. Satu gerai KKMP direncanakan dapat dimanfaatkan oleh lima hingga enam koperasi sekaligus.
Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf Dhavid menegaskan kesiapan TNI melalui satuan komando kewilayahan (Satkowil) untuk mendukung percepatan pembangunan, sepanjang lahan yang disiapkan tidak masuk dalam kawasan LP2B.
“Bila Pemkot sudah menyiapkan lahannya, kami dari Satkowil langsung bergerak melakukan percepatan pembangunan. Selama lahannya siap dan tidak masuk LP2B, kami siap bangun,” tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi angin segar bagi percepatan realisasi program KKMP di Kota Kediri. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, diharapkan koperasi-koperasi yang telah berbadan hukum segera memiliki sarana permanen untuk meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.









