foto : Sigit Cahya Setyawan

Tagar #BoikotTrans7!!! Pihak Ponpes Lirboyo Minta Chairul Tanjung Minta Maaf Langsung ke Mbah Kyai Anwar

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suasana panas cukup terik menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Lirboyo, Rabu (15/10), ketika rombongan Trans Corp Media datang bersilaturahmi. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas, melainkan langkah tulus untuk memohon maaf atas tayangan di Trans7 (13/10) yang dinilai menyinggung martabat pesantren, khususnya sosok kharismatik KH. Anwar Manshur.

Tagar #BoikotTrans7 mulai ramai bergema di berbagai platform media sosial usai tayangan stasiun televisi tersebut dianggap merendahkan Pondok Pesantren Lirboyo dan sosok KH. Anwar Manshur.

Tagar ini menjadi bentuk ekspresi kekecewaan dan solidaritas dari kalangan santri, alumni pesantren, serta masyarakat Nahdliyin di berbagai daerah. Mereka menilai tayangan itu tidak hanya menyinggung pribadi seorang ulama, tetapi juga menyentuh kehormatan pesantren sebagai benteng moral dan ilmu di Indonesia

Rombongan dipimpin Prof. M. Nuh dan Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil. Mereka diterima dengan penuh hormat oleh jajaran dzuriyah dan para pengasuh pondok. Di tengah percakapan yang hangat namun sarat makna, tersirat penyesalan mendalam atas tayangan yang menimbulkan kegelisahan di hati para santri dan umat.

Mewakili Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH. Oing Abdul Mu’id, membenarkan bahwa pertemuan itu menjadi ruang klarifikasi dan silaturahmi.

“Pihak Transcorp datang untuk menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan duduk perkaranya. Namun permintaan maaf langsung kepada Romo Kyai Anwar Manshur masih menunggu sowan pribadi dari Bapak Chairul Tanjung selaku CEO,” ujar Gus Mu’id

Ia menyampaikan, Prof. Nuh telah memastikan bahwa Chairul Tanjung akan segera datang secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Romo Kyai.

“Kami memahami perasaan masyarakat dan para santri. Beberapa daerah juga melakukan aksi, dan kami berharap semuanya disampaikan dengan cara yang santun. Kita tetap harus menjaga adab dan keteduhan,” imbuhnya.

Tokoh Besar Nahdlatul Ulama

foto : Sigit Cahya Setyawan

Menurut Gus Mu’id sapaan akrabnya, reaksi kekecewaan atas tayangan tersebut bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar Lirboyo, melainkan juga oleh para kiai dan santri di berbagai pesantren di Indonesia.

“Romo Kyai Anwar Manshur adalah tokoh besar Nahdlatul Ulama. Wajar bila banyak kalangan merasa tersentuh. Suasana hati ini adalah bentuk cinta dan penghormatan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Trans7, Andi Chairil, memilih untuk tidak berkomentar banyak usai pertemuan.

“Biar pihak pondok saja yang menyampaikan,” ujarnya singkat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membuka pintu tabayun, menumbuhkan kembali kepercayaan, dan menyejukkan suasana. Sebab di Lirboyo, adab selalu didahulukan sebelum ilmu, dan maaf yang disampaikan dengan ketulusan akan selalu menemukan tempatnya di hati para alim.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :