Siti Nur Halizah Khasanah: Antara Prestasi dan Perjuangan di Lapangan Petanque

Bagikan Berita :

KEDIRI – Di tengah derasnya arus mahasiswa yang sibuk mengejar akademik, Siti Nur Halizah Khasanah tampil berbeda. Mahasiswi semester enam Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini bukan hanya sibuk menyusun proposal seminar, tapi juga terus mengasah kemampuan demi satu tujuan besar: menyumbangkan medali emas kembali di ajang Porprov mendatang, khususnya di nomor double women, cabang olahraga petanque.

Lahir pada 16 April 2003 dari ibu bernama Umiyah, Siti, yang akrab disapa Liza, mengenal petanque sejak masa SMP di PGRI 1. Awalnya, keikutsertaannya hanyalah bentuk rasa ingin tahu setelah diajak pelatih kakaknya. Namun, siapa sangka, dari sekadar coba-coba, ia justru menemukan panggilan hatinya di cabang olahraga yang masih kurang populer ini.

“Latihan pertama saya di Kampus 4 UNP Kediri, dan sampai sekarang saya masih berlatih di sana. Pelatih saya, Pak Abdian, adalah mantan atlet yang sangat berdedikasi. Beliau selalu mendukung dan membimbing saya sejauh ini,” ujar Liza saat ditemui di sela-sela latihan intensifnya.

Karier Liza bukan tanpa bukti. Pada Porprov 2019, ia sukses meraih medali emas di nomor triple mix. Torehan itu berlanjut di Porprov 2023, di mana ia kembali membawa pulang emas untuk nomor yang sama serta menambah satu perunggu di nomor double women.

Prestasinya tak berhenti di situ — ia juga meraih juara 3 double mix di Sumenep Cup 2024, emas di single putri New Kampret 2023, serta peringkat dua di double women dalam kejuaraan serupa.

Namun di balik gemilang prestasinya, ada tantangan yang tak ringan. Mengatur waktu antara kuliah yang semakin padat dan jadwal latihan yang nyaris setiap hari menjadi ujian tersendiri.

“Manajemen waktu memang tantangan paling besar. Apalagi saya sekarang sedang mempersiapkan seminar proposal,” aku Liza.

Meski demikian, ia tetap konsisten menjalani latihan enam kali seminggu, bahkan sering kali dalam dua sesi sehari.

Yang membuat Siti terus bertahan bukan sekadar mimpi akan medali. Dukungan kuat dari keluarga, lingkungan, dan fasilitas yang mendukung menjadi pondasi utama semangatnya.

“Motivasi saya datang dari dalam diri sendiri, tapi juga dari orang-orang terdekat. Saya ingin membuktikan bahwa saya mampu,” tegasnya.

Siti Nur Halizah Khasanah adalah gambaran nyata bahwa prestasi bukan hanya milik mereka yang memiliki fasilitas sempurna. Ia hadir sebagai simbol perjuangan anak muda yang membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengharumkan nama daerah melalui jalur yang tidak banyak dilirik: petanque.

Di tengah minimnya perhatian terhadap cabang ini, Liza menunjukkan bahwa dengan semangat, disiplin, dan dukungan yang tepat, anak daerah pun bisa bersinar di kancah prestasi.

Jurnalis : Neha Hasna Maknuna
Bagikan Berita :