KEDIRI – Inggil Heritage Festival digelar LPMK Lirboyo pada Sabtu kemarin tidak hanya memanjakan pengunjung dengan pertunjukan seni dan atraksi budaya. Festival ini juga menjadi ajang meriah bagi pelaku UMKM dan warga untuk unjuk gigi lewat bazar kuliner yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah stand milik ibu-ibu PKK RT 02 RW 03. Dipimpin oleh Atin Agustiani, mereka menyajikan deretan kuliner tradisional hingga makanan kekinian yang sukses menarik pengunjung sejak pagi hari.
“Dari jam 8 pagi sudah banyak yang habis. Kita bawa macam-macam, mulai dari krecek puli, kripik gadung, nasi padang, nasi kebuli, sampai rujak dan es buah. Semuanya dibuat sendiri,” ujar Atin di lokasi acara.
Bazar ini merupakan hasil gotong-royong para ibu PKK yang hanya mempersiapkan selama dua hingga tiga hari. Stand mereka pun tampil menarik dengan nuansa pedesaan yang dibuat bersama hingga larut malam.
“Siapa saja boleh setor makanan. Harganya juga murah, cuma Rp5.000 sampai Rp10.000. Yang penting meriah dan bisa bantu ekonomi warga,” tambahnya.
Atin berharap bazar semacam ini bisa menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Selain mempererat silaturahmi antarwarga, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi terutama bagi para perempuan di lingkungan mereka.
Tak hanya PKK, pelaku UMKM seperti Abdul Wahid juga turut ambil bagian. Pria ini menghadirkan konsep unik lewat es campur prasmanan—pembeli bebas memilih topping sesuai selera, mulai dari buah-buahan segar hingga aneka isian manis lainnya.
“Harga normal Rp6.000, tapi khusus acara ini kita kasih Rp5.000 biar semua bisa menikmati. Baru 4 jam saja, sudah laku 40 cup,” jelas Wahid sambil melayani pembeli.
Meskipun usahanya rutin buka setiap hari, menurut Wahid, festival seperti ini memberikan dampak besar. Selain menambah pemasukan, acara ini juga membuat produknya semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu UMKM seperti saya. Suasananya ramai, jualan laris, dan kita bisa ambil bagian dalam kemeriahan budaya,” ungkapnya penuh semangat.
Keberadaan bazar UMKM ini menjadi pelengkap sempurna dari kirab budaya, sekaligus bukti bahwa kekuatan warga Lirboyo tidak hanya dalam menjaga tradisi, tapi juga dalam mengembangkan ekonomi lokal dengan penuh kreativitas dan kebersamaan.
jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









