KEDIRI — Semangat Garuda berkibar tinggi di halaman Balai Kota Kediri, Senin (27/10), saat sepuluh Pramuka terpilih dilepas menuju Perkemahan Pramuka Garuda di Coban Talun, Batu. Di bawah langit pagi yang teduh, wajah-wajah muda itu memantulkan tekad dan harapan — siap menaklukkan alam, belajar dari rimba, dan mengasah karakter tangguh sebagai generasi penerus bangsa.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir memberikan semangat bagi para peserta yang akan berkemah sejak Selasa (28/10) hingga Jumat (31/10). Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan wadah pembentukan karakter dan kemandirian.
“Melalui Pramuka Garuda, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, serta cinta tanah air. Dari alam, mereka memahami arti kebersamaan dan ketangguhan,” ujar Vinanda penuh kebanggaan.
Ia menaruh harapan besar agar selepas perkemahan, para peserta kembali sebagai pribadi yang lebih dewasa — tangguh menghadapi tantangan, disiplin dalam sikap, dan mampu menjadi panutan bagi teman-temannya di sekolah maupun lingkungan sekitar.
Sementara itu, pembina kontingen mengungkapkan bahwa tahun ini, konsep kegiatan dirancang lebih dinamis. Selain menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab, peserta juga diasah kreativitas dan kemampuan beradaptasi — dua hal penting di tengah cepatnya perubahan zaman.
“Coban Talun itu guru yang keras tapi jujur. Kadang matahari bersinar terik, sesaat kemudian kabut menebal atau hujan mengguyur. Di sanalah anak-anak belajar ketahanan, belajar menyesuaikan diri — sebagaimana generasi muda yang harus tangguh di tengah dunia yang serba cepat,” tuturnya.
Para peserta akan menjalani serangkaian kegiatan menantang: pelatihan survival, keterampilan hidup di alam terbuka, serta kegiatan kebersamaan yang menumbuhkan empati dan solidaritas.
Namun, misi mereka tak berhenti di tenda dan api unggun. Kontingen Kediri juga membawa semangat budaya, menampilkan kesenian bertema “Asal Mula Gunung Kelud” — sebuah kisah lokal yang mengakar kuat dalam identitas masyarakat Kediri. Pementasan ini menjadi cara para Pramuka menunjukkan bahwa modernitas dan tradisi bisa berjalan beriringan.
Dari sekitar 1.500 peserta yang mengikuti seleksi ketat Pramuka Garuda, hanya sepuluh terbaik yang terpilih mewakili Kota Kediri: delapan Pramuka Penggalang dan dua Penegak, didampingi dua pembina putra dan putri. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi simbol dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Dengan langkah ringan namun mantap, mereka berangkat menuju Coban Talun membawa doa, harapan, dan kebanggaan kota mereka. Di balik seragam cokelat dan dasi merah putih itu, tersimpan semangat besar: semangat Garuda yang siap mengudara, menembus batas, dan menginspirasi.









