KEDIRI – Belum ada kabar baik hingga berita ini diturunkan, terkait pencemaran air sumur di wilayah Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren. Meski telah dilakukan pengambilan sampel air baik oleh Dinas Lingkungan Hidup Pertamanan (DLKHP), SPBU, Satreskrim Polres Kediri Kota, salah satu LSM peduli lingkungan hingga terbaru tim ITS Surabaya.
“Kabar baiknya hanya SPBU Pertamina 54.641.35 Tempurejo, kembali memberikan bantuan air. Dulu sempat tidak dikasih selama dua hari, karena mereka merasa tidak bersalah. Sekarang berikan bantuan namun disertai bukti tanda terima,” ungkap Sugiono, warga setempat dikonfirmasi Selasa sore.
Namun ada pengakuan berbeda disampaikan Sugiono selain bau menyengat keluar dari air sumurnya, yaitu air terasa hangat.
“Dari timur setelah itu merembet kemarin. Kalau dibuat cuci muka langsung mak nyes, panas. Makanya daripada dikira saya mengada-ada monggo dicoba saja sendiri kalau mau ngecek,” ucapnya sambil sodorkan air sumur baru diambil dengan menggunakan gayung plastik.
Dia menambahkan jika Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sempat dua kali meninjau kondisi air di rumahnya, bahkan hingga dilakukan pengeboran untuk mengambul air secara langsung.
“Ini sudah hampir sebulan. Sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini, semenjak saya lahir sampai umur 65 tahun sekarang. Ada joglangan (tempat sampah, red) yang kini dijadikan rumah malah tidak bau,” terangnya.
Dari keterangan Abdullah Mubarok selaku Ketua RT 05 RW 02, didapat penjelasan jika malam ini, tim DLHKP akan menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada masyarakat.
“Air masih berbau tapi sudah berangsur-angsur berkurang. Besok (nanti, red) malam, akan disampaikan pengumuman hasil sementara yang dari DLKH. Namun hasil final nanti yang menggeluarkan tim ITS,” jelasnya.
Jurnalis : Sigit Cahya Setiawan Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









