foto : Anisa Fadila

Rp2,47 Miliar untuk Atlet, Kabupaten Kediri Pasang Target Lima Besar Porprov Jatim 2027

Bagikan Berita :

KEDIRI — Perjuangan atlet Kabupaten Kediri di ajang Porprov IX Jawa Timur tak dibiarkan berlalu sebagai euforia sesaat. Pemerintah Kabupaten Kediri meneguhkan apresiasi itu dalam bentuk nyata: penyerahan reward atlet senilai Rp2,47 miliar. Lebih dari sekadar angka, penghargaan ini menjadi penanda arah besar olahraga Kediri—menembus lima besar Porprov Jawa Timur 2027.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat penyerahan reward sekaligus pembubaran kontingen Kabupaten Kediri Porprov IX Jawa Timur 2025, Selasa (23/12), di Graha Lila Semesta. Di hadapan para atlet dan pelatih, Mas Dhito menekankan bahwa prestasi bukan hasil kerja instan, melainkan buah dari proses panjang yang menuntut konsistensi dan keseriusan.

“Total reward atlet yang diberikan kurang lebih Rp2,47 miliar. Tidak ada pengurangan. Ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan menghargai prestasi olahraga,” tegasnya.

Pada Porprov IX Jawa Timur, Kabupaten Kediri berhasil menempati peringkat ke-11. Sebuah lompatan yang patut diapresiasi, namun menurut Mas Dhito, belum cukup untuk membuat semua pihak berpuas diri. Setiap medali, katanya, adalah amanah yang harus dijawab dengan peningkatan prestasi yang berkelanjutan—terlebih Porprov 2027 akan digelar di Surabaya dengan tingkat persaingan yang jauh lebih ketat.

“Target kita jelas. Porprov 2027 Kabupaten Kediri harus masuk lima besar Jawa Timur. Harapannya, semakin banyak atlet Kediri yang melangkah ke level Jawa Timur, bahkan menembus tim nasional, sehingga tidak hanya mengharumkan daerah, tetapi juga bangsa,” tandasnya.

Arah kebijakan tersebut disambut KONI Kabupaten Kediri dengan strategi pembinaan yang lebih terstruktur dan berjangka panjang. Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menyebut capaian Porprov IX merupakan hasil kerja kolektif sekitar 200 atlet yang menyumbangkan total 91 medali untuk Kabupaten Kediri.

“Menjawab target lima besar, kami akan mulai menyiapkan pola pembinaan sejak 2026. Pembinaan dilakukan jangka panjang agar kesiapan atlet benar-benar maksimal saat Porprov 2027,” jelas Hakim.

Ke depan, KONI akan memprioritaskan pembinaan atlet-atlet muda asli Kabupaten Kediri agar tetap setia membela daerah. Fokus juga diarahkan pada cabang olahraga dengan potensi prestasi terukur dan limitatif, seperti renang dan atletik. Adapun cabang unggulan Kabupaten Kediri saat ini meliputi PORDASI, PABSI, Tarung Derajat, serta IBCA MMA.

Sebagai bentuk penghormatan atas jerih payah atlet, pemerintah daerah menetapkan reward perorangan sebesar Rp30 juta untuk peraih medali emas, Rp15 juta untuk perak, dan Rp10 juta untuk perunggu. Untuk nomor beregu, besaran reward disesuaikan dengan perolehan poin masing-masing.

Apresiasi tersebut dirasakan langsung para atlet. Salah satunya Bembi Oktafius dari cabang olahraga berkuda PORDASI. Ia menilai reward bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga penopang penting bagi keberlanjutan prestasi.

“Reward yang saya terima rencananya akan saya gunakan untuk kebutuhan pacuan, terutama membeli perlengkapan seperti kostum dan peralatan berkuda,” ujarnya.

Dengan target lima besar sebagai kompas bersama, Kabupaten Kediri kini menatap Porprov 2027 bukan sekadar sebagai ajang pertandingan. Ia menjadi panggung pengabdian—tempat atlet berjuang, daerah berdiri tegak, dan nama Kediri dikibarkan melalui prestasi olahraga.

Bagikan Berita :