KEDIRI – Di usia 20 tahun, Reyhan Ridho Bimoaji telah memikul tanggung jawab besar: memimpin tim sepak bola putra Kabupaten Kediri dalam ajang Pra Porprov Jawa Timur 2025 di Trenggalek. Pemuda asal Desa Klandran, Kecamatan Plosoklaten, ini bukan sekadar pemain berbakat, tetapi juga pemimpin yang tumbuh dari akar rumput sepak bola daerah.
Perjalanan Reyhan dimulai sejak usia dini. Ia menekuni sepak bola sejak kelas 1 SD melalui SSB Triple Kediri — sebuah tempat pembinaan yang menjadi fondasi kuat kariernya. Dari situ, Reyhan melesat hingga menembus Liga 3 bersama Triple dan kini membela klub kebanggaan lokal, Persedikab Kediri.
“Saya dari kecil sudah ikut SSB Triple. Liga 3 pertama saya juga di sana, dan sekarang terakhir di Persedikab,” ujar Reyhan saat ditemui jelang keberangkatan tim ke ajang Pra Porprov, Sabtu (17/05).
Reyhan bukan sekadar pemain loyal. Ia juga seorang pejuang lapangan yang sudah mencicipi kerasnya kompetisi tingkat provinsi. Ia pernah menyumbangkan medali perak untuk Kabupaten Kediri di Porprov sebelumnya dan juga menjadi runner-up dalam Piala Soeratin U-17 tingkat Jawa Timur — catatan prestasi yang menjadi alasan kuat di balik penunjukannya sebagai kapten.
Namun, di balik kesibukannya sebagai atlet, Reyhan juga tidak mengabaikan pendidikan. Ia kini kuliah di Universitas Terbuka (UT) jurusan Sistem Informasi, mengambil metode daring agar tetap bisa mengatur waktu antara latihan dan tanggung jawab akademik. Tak hanya itu, di sela waktu luangnya, Reyhan turut membantu usaha orang tuanya yang menjual makanan rumahan seperti soto, lontong kecap, dan es degan.
“Kalau nggak latihan ya kuliah, dan bantu jualan di rumah,” katanya sambil tersenyum.
Menghadapi Pra Porprov, Reyhan dan tim telah menjalani latihan intensif selama satu bulan. Fokus latihan mencakup penguatan teknik, taktik, hingga transisi bermain dan penyelesaian akhir. Sparing melawan tim-tim lokal juga dilakukan untuk mengukur kesiapan mental dan strategi tim.
Sebagai kapten, Reyhan tak ragu menunjukkan keyakinannya. Ia percaya bahwa skuad Kabupaten Kediri memiliki kualitas yang cukup untuk tidak hanya lolos ke Porprov, tapi juga bersaing untuk menjadi juara.
“Kalau lihat susunan pemain sekarang, saya optimis 100%. Kami yakin bisa juara,” ucapnya penuh semangat.
Di akhir perbincangan, Reyhan menyampaikan pesan tulus untuk masyarakat Kediri. Ia meminta doa dan dukungan agar tim yang dipimpinnya dapat memberikan yang terbaik.
“Buat semua masyarakat Kediri, kami mohon dukungannya. Semoga kami diberikan kelancaran, dan bisa membanggakan nama daerah. Untuk teman-teman yang belum bergabung di tim, mohon doanya juga,” ujarnya.
Reyhan merupakan salah satu sosok pemuda desa bisa menjadi pemimpin dan inspirasi. Dengan semangat juang, kepemimpinan, dan kesadaran akan pendidikan, dia tak hanya menjadi harapan Kabupaten Kediri di lapangan hijau. Tetapi juga contoh nyata pemuda yang berproses, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi daerahnya.
jurnalis : Rohmat Irvan AfandiBagikan Berita :









