Ratusan Pembalap Cilik Ramaikan Pushbike Championship di Kota Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – GOR Jayabaya, Kota Kediri, berubah menjadi lautan semangat dan keceriaan pada Sabtu (2/8), ketika sebanyak 597 pembalap cilik dari 47 kabupaten/kota di seluruh Indonesia berkumpul untuk mengikuti ajang Bumi Panji Kartapati Pushbike Championship Vol. 3.0 – Piala Wali Kota Kediri.

Event nasional ini digelar oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-1.146 Kota Kediri.

Kejuaraan ini mempertandingkan olahraga pushbike—sepeda tanpa pedal—yang dirancang untuk melatih keseimbangan, ketangkasan, dan kemampuan motorik anak-anak.

Peserta yang berusia antara 2 hingga 10 tahun berlaga dalam 14 kategori perlombaan yang penuh semangat dan keceriaan. Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme luar biasa dari peserta maupun dukungan keluarga mereka.

Para peserta datang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, hingga Kalimantan, termasuk kota-kota seperti Balikpapan, Padang, dan Banyuwangi.

“Ajang seperti ini perlu terus digelar, bahkan bisa dijadikan agenda tahunan. Karena selain mengembangkan kemampuan psikomotorik, juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, tanggung jawab, dan keberanian sejak dini,” ujar Qowimuddin.

Event ini juga sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Kediri tahun ini, yaitu: “Kolaborasi Menuju Kota Kediri yang Mapan.”

Nama “Bumi Panji Kartapati” dipilih untuk memperkuat identitas Kediri sebagai pusat kebudayaan cerita Panji—warisan budaya luhur yang berakar di tanah Kediri.

Dalam konteks ini, olahraga menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah. Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Ahmad, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi sport tourism.

Dengan hadirnya ratusan anak yang didampingi oleh keluarga, ajang ini mampu menarik lebih dari 2.000 orang ke Kota Kediri.

“Event ini bukan sekadar kompetisi, tapi menjadi magnet yang menggerakkan ekonomi lokal dan mempererat hubungan antarwarga dari berbagai daerah. Terlebih, penyelenggaraannya melibatkan komunitas lokal, yaitu Komunitas Push Bike Kediri,” jelas Zachrie.

Ini adalah kali ketiga kejuaraan ini digelar sejak perdana pada 2023, dan semakin menunjukkan sinergi positif antara pemerintah dan komunitas olahraga.

Salah satu momen membanggakan datang dari Syaqil Nugroho, pembalap cilik asal Malang yang sukses meraih juara pertama di kategori U-2.

Sang ibu, Nia, mengungkapkan bahwa sejak mengikuti pushbike, anaknya menjadi lebih aktif, fokus, dan berani menghadapi tantangan.

“Bukan cuma fisiknya yang berkembang, tapi mental dan kemampuan bersosialisasinya juga terasah. Saat lomba, dia belajar sportivitas dan membangun kepercayaan diri,” ujar Nia penuh haru.

Dengan semangat kompetisi yang tinggi, suasana kekeluargaan, serta semarak budaya yang menyatu dalam olahraga, Bumi Panji Kartapati Pushbike Championship Vol. 3.0 sukses menjadi lebih dari sekadar lomba.

Menjadi wadah tumbuh kembang generasi masa depan, sekaligus etalase budaya dan daya tarik wisata Kota Kediri. — Jika kamu ingin versi ini dijadikan siaran pers, artikel majalah, atau postingan media sosial, aku bisa bantu menyesuaikan juga.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :