KEDIRI — Transformasi digital menjadi agenda utama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT NU Kota Kediri dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Lotus, Kota Kediri, Sabtu (31/1). Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjawab dinamika layanan keuangan modern sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengapresiasi kinerja BMT NU Kota Kediri yang dalam waktu sekitar tiga setengah tahun mampu mengelola aset lebih dari Rp11 miliar. Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator pengelolaan koperasi yang sehat, profesional, dan berorientasi keberlanjutan.
Menurutnya, keberhasilan BMT NU sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan.
“Koperasi syariah memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi yang produktif dan berkeadilan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam praktik ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Pandangan tersebut diperkuat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarkoperasi, khususnya peran koperasi yang telah berkembang untuk mendampingi koperasi yang masih dalam tahap awal.
Sinergi tersebut, menurutnya, menjadi kunci penguatan kelembagaan dan keberlanjutan usaha koperasi di daerah.
“Ke depan, kolaborasi antara BMT NU dan KKMP diharapkan menjadi embrio kerja sama yang tidak hanya bermanfaat di tingkat daerah, tetapi juga dapat menjadi rujukan di tingkat nasional,” ungkapnya.
Kinerja kelembagaan BMT NU Kota Kediri sepanjang Tahun Buku 2025 juga dipaparkan dalam forum RAT oleh Ketua KSPPS BMT NU Kota Kediri. Hingga akhir tahun, koperasi tercatat memiliki lebih dari 300 anggota dengan total aset sekitar Rp11 miliar.
Selama periode tersebut, BMT NU Kota Kediri membukukan laba bersih sekitar Rp325 juta. Dari jumlah tersebut, Rp70 juta dibagikan kepada anggota sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU), sementara sisanya dialokasikan untuk memperkuat permodalan dan mendukung pengembangan usaha koperasi ke depan.
Sejalan dengan penguatan kelembagaan, BMT NU Kota Kediri menetapkan pengembangan layanan digital sebagai prioritas utama. Digitalisasi diwujudkan melalui pengembangan aplikasi khusus anggota yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan layanan koperasi.
“Salah satu fokus kami adalah digitalisasi layanan melalui aplikasi BMT NU Kota Kediri. Seluruh keuntungan dari layanan digital ini akan menjadi pendapatan BMT dan dikembalikan kepada anggota,” jelasnya.
Melalui aplikasi tersebut, anggota dapat mengakses berbagai layanan transaksi secara real time, mulai dari pengecekan saldo, transfer, pembelian pulsa dan paket data, token listrik, pengisian e-money, hingga beragam pembayaran digital lainnya dengan biaya administrasi yang lebih terjangkau.
Kehadiran layanan digital ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan anggota sekaligus memperkuat daya saing BMT NU Kota Kediri di tengah ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.
RAT Tahun Buku 2025 ini turut dihadiri Ketua Asosiasi BMT NU Jawa Timur H. Khoirul Anam serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan moral dan struktural terhadap arah pengembangan BMT NU Kota Kediri.
Melalui RAT ini, BMT NU Kota Kediri diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat tata kelola koperasi, meningkatkan kinerja kelembagaan, serta memperluas manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat secara berkelanjutan.









