Acara Selimut Hati digelar di Ruang Jayabaya Balai Kota Kediri (Oktavian Yogi Pratama)

Program Selimut Hati, Cara Bunda Fey Selesaikan Permasalahan TPKS dan Tekan Pernikahan Dini di Kota Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Perwakilan remaja dari 46 kelurahan di Kota Kediri, perwakilan siswa setingkat SMA dan mahasiswa, lalu para kader di tiap kelurahan hadir. Dalam acara program Sekolah Bagi Perempuan Bekal Tantangan Hidup di Masa Depan Nanti (Selimut Hati). Merupakan program memasuki tahun ke-empat, digagas Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar

Bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, program ini kembali digelar selama dua hari dimulai hari ini (29/08) dan berakhir besok. Yang cukup menarik dari program ini, adanya semangat digerakkan Bunda Fey sapaan akrabnya, menjadikan kaum perempuan berdaya dan memiliki ilmu pengetahuan.

“Ini merupakan kegiatan dilakukan  PKK Kota Kediri Pokja 2, sekolah perempuan. Target audiensnya adalah remaja putri yang belum menikah, untuk mencegah pernikahan dini,” ungkap Bunda Fey. Selain itu, sedikitnya 250 peserta juga dibekali materi terkait UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Adapun narasumber di hari pertama dihadirkan, Kalis Mardiasih merupakan aktivis perempuan dan penulis, membawakan materi terkait Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.

Kemudian Dr. Nur Rofi’ah merupakan Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah  dan mengajar di Pasca Sarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Membawakan materi Tafsir Perspektif Keadilan Hakiki Perempuan

Kemudian pemateri ketiga, Maulia martwenty, SH, MH merupakan Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri. Membawakan materi terkait Tingkatkan Literasi Hukum, Wujudkan Pemberdayaan Perempuan.

Yang menjadi spesial di acara tahun ini, terang Bunda Fey, menghadirkan sejumlah narasumber berkualitas dan aktif di bidangnya.

“Ada Doktor Nur Rofi’ah berbicara tentang angle agama dan fiqih terkait perempuan. Mbak Kalis bicara soal perempuan dan hak perempuan. Kemudian Ibu Ketua Pengadilan bicara tentang Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” jelas istri Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

Harapan diinginkan Bunda Fey dengan acara ini, setidaknya mampu mencegah bila terjadi TPKS terhadap diri perempuan selain menekan angka pernikahan dini. “Semoga kasus kekerasan seksual dan angka pernikahan dini di Kota Kediri bisa ditekan. Kemudian kaum perempuan tahu harus kemana dan melakukan apa,” terangnya.

Jurnalis : Oktavian Yogi Pratama
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :