KEDIRI – Sempat terjadi perdebatan sengit antara pimpinan DPRD dengan pihak Pemerintah Kota Kediri terkait program pemberdayaan masyarakat yang usulannya difasilitasi melalui wakil rakyat. Menurut Sudjono Teguh Widjaja selaku Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, berharap pihak eksekutif lebih responsif dan mengikuti aturan yang berlaku atas permohonan diajukan kelompok masyarakat (Pokmas).
Dikonfirmasi disela Rapat Pembahasan Anggaran bertempat di salah satu hotel di Surabaya, Abah Jono demikian sapaan akrab wakil ketua dewan, menyampaikan harapan. Bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran, transparansi dan akuntabilitas publik.
“Seiring pejabat baru Kepala Dinas Koperasi, kami berharap program telah disusun oleh Pokmas dapat dilaksanakan tepat sasaran apalagi seiring keterbatasan waktu. Mohon untuk dibantu difasilitasi dan diawasi bersama-sama agar tidak keluar dari aturan,” tegasnya.
Masih terjadinya saling lempar antar dinas, menjadi catatan tersendiri bagi Abah Jono. Sosok Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri ini berharap, agar tidak ada pihak-pihak tertentu berusaha mencari kesempatan meraup keuntungan.
“Saya ingin ini tidak terjadi di bawah kepemimpinan Bapak Eko Lukmono. Saya percaya penuh kepada beliau apalagi memiliki dasar sebagai penyidik saat menjabat Kasatpol PP,” imbuhnya.
Dia pun juga mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi Partai Golkar, agar turun langsung ke lapangan aktif memantau pelaksanaan program pemberdayaan ini.
Atas masukan diberikan pimpinan dewan, Eko Lukmono mengaku berterima kasih dan ini akan dijadikan salah satu dasar melakukan perubahan di tubuh Dinas Koperasi UMTK.
“Saya ini pejabat baru, secara bertahap kami akan lakukan pembenahan. Apalagi saya menjabat seiring program ini telah berjalan. Namun saya ucapkan terima kasih kepada Pak Jono beserta anggota dewan lainnya atas masukkan kepada kami,” terangnya.
Eko pun juga menyatakan membuka diri bagi Ketua Pokmas bila ingin berkonsultasi atau terjadi permasalahan langsung kepada dirinya.
“Saya secara pribadi membuka diri, silahkan temui langsung di ruangan saya. Saya tidak ingin terjadi miskomunikasi dengan para pokmas. Saya kuatir nanti saya mengatakan A ternyata ada staf kami yang menyampaikan Aa atau AB,” tegasnya.









