KEDIRI – Persedikab Kediri kembali meraih kemenangan pada laga Lanjutan Liga 4 Jatim di Stadion Canda Bhirawa Pare, Selasa (08/01). Meski meraih kemenangan 4-1 atas Persiga Trenggalek, namun Kepala Pelatih Persedikab, Ambitie Dolus Cahyana mengaku terkendala lapangan karena hujan.
Sejak awal pertandingan, Persedikab bermain agresif. Tidak butuh waktu lama, gol pertama tercipta pada menit ke-5 melalui aksi bola rebound dan berhasil diselesaikan kapten tim, Galih Akbar. Tim berjuluk Bledug Kelud ini terus memberikan tekanan kepada Persiga Trenggalek.
Hasilnya di menit ke-11, Persedikab kembali menambah keunggulan. Kali ini melalui striker andalan, Muhamad Qoyyun. Memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan dan skor berubah 2-0.
Tidak berhenti di situ, duet mematikan antara Muhamad Qoyyun dan Yoel C.J. pada menit ke-22 menghasilkan gol ketiga untuk Persedikab. Berawal dari umpan terobosan Qoyyun, mampu diselesaikan dengan tembakan keras mengarah ke gawang.
Tertinggal 3-0, Persiga Trenggalek bangkit dan dibuktikan di menit ke-30, mencetak gol balasan melalui sundulan ALif Mustofa. Bola sebenarnya sempat membentur tiang, sebelum akhirnya masuk ke gawang Persedikab, mengubah skor menjadi 3-1.
Akibat benturan keras, Persedikab harus kehilangan Muhamad Qoyyun. Memasuki Babak kedua di bawah guyuran hujan deras menggenangi lapangan. Menit ke-80, pertandingan sempat terhenti karena insiden yang melibatkan pemain pengganti Persiga Trenggalek, berjalan ke arah wasit untuk melayangkan protes. Situasi memanas, dan laga sempat terulur beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan.M
Meski kondisi lapangan kurang layak, namun Persedikab kembali menambah keunggulan dari kaki Redhi Suwarno. Berawal dari sepak pojok, mampu manfaatkan bola rebound dengan sempurna. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, Persedikab tetap mempertahankan keunggulan mereka dengan skor akhir 4-1.
Pelatih Persedikab, Ambitie Dolus Cahyana mengaku kunci kemenangan tim-nya tidak lepas dari analisa permainan tim lawan sebelum pertandingan.
“Untuk pertandingan hari ini, kami sudah menganalisis permainan tim Trenggalek sebelumnya. Kami berdiskusi dengan para pemain mengenai kekuatan dan kelemahan lawan. Alhamdulillah, di awal babak pertama kami berhasil memanfaatkan peluang yang ada. Namun, di babak kedua, kondisi hujan cukup memengaruhi permainan. Kami tetap berusaha tenang, membaca situasi dengan baik, dan menjaga fokus. Syukurnya, tidak ada pemain yang perlu dievaluasi secara khusus, dan tidak ada yang mengalami cedera,” jelasnya.
jurnalis : Muhammad Dastian Yusuf