KEDIRI – Aliansi Kediri Bergerak kembali menggelar aksi, Kamis (06/10). Kali ini sasarannya Kantor MPM Finance dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Disampaikan Tomi Ari Wibowo selaku koordinator aksi, bahwa pihaknya menerima dua aduan terkait oknum penagih dianggap arogan dan tidak memiliki nurani.
Dalam pengawalan ketat pasukan gabungan dari Polres Kediri Kota, Kodim 0809 dan Satpol PP. Puluhan massa melakukan aksinya di Kantor OJK berada di Jalan Brawijaya.
Usai menyampaikan aspirasinya, puluhan massa ini kemudian menuju kantor MPM. Aksi pembakaran ban sempat dilakukan sebagai bentuk protes karena tidak ditemukan kata sepakat.
“Oknum-oknum penagih yang tidak bersertifikat yang melakukan intimidasi kepada orang-orang tua. Karena ada dua kejadian, yang satunya yang ibunya Danramil masih aktif dinas. Kemudian satunya ibu sudah tua di bentak-bentak dan dimaki-maki,” ungkap Tomi Ari Wibowo.
Atas dua kejadian ini, Aliansi Kediri Bergerak berharap ada tindakan tegas dari OJK terhadap MPM Finance.
“OJK harus melakukan penertiban sekali lagi penertiban dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan leasing. Selama ini OJK hanya diam saja. Menunggu laporan-laporan dari masyarakat, dia baru kerja,
Justru disesalkan justru oknum leasing ini malah tidak minta maaf. Justru dia dengan nada menatang akan melakukan perlawanan fisik.
“Tadi malah bentak-bentak dan dia tidak minta maaf malah ngajak tawuran. Malah ngajak berantem, istilahnya justru nantang. Daripada kita berantem di dalam, maka kita putuskan akan ada aksi lagi,” terangnya.
jurnalis : Kintan Kinari Astuti editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









