KEDIRI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi IX, Nurhadi, S.Pd., M.H., saat kegiatan sosialisasi program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan mitra kerja Komisi IX DPR RI di Balai Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jumat (6/2).
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif, Anggota DPRD Kabupaten Kediri Mochamat Alfian Ihwalul Rizqiya, serta Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Jember Said Karim, S.T., M.Si., yang mewakili BGN. Ratusan warga turut hadir, menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.
Dalam pemaparannya, Nurhadi menegaskan bahwa MBG dirancang sebagai program jangka panjang yang menyasar dua tujuan utama sekaligus, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal.
“Intinya ada dua hal yang menjadi fokus utama. Pertama, mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Kedua, program ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi desa,” ujar politisi senior Partai NasDem.
Menurut Nurhadi, implementasi MBG membuka ruang partisipasi luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal untuk terlibat dalam rantai penyediaan bahan baku. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian agar mampu memenuhi standar kebutuhan program secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap program MBG juga datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Wonojoyo, Dwi Mei Susanto, menyatakan kesiapan desanya dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Saat ini, Desa Wonojoyo memiliki tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan satu unit telah beroperasi, satu unit siap dibuka sambil menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, serta satu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Kami berharap seluruh SPPG untuk program MBG dapat segera beroperasi dan dilakukan pelatihan, sehingga tujuan pemberian makanan bergizi gratis kepada anak-anak dapat segera terwujud demi menuju Indonesia Emas,” kata Dwi Mei.
Respons positif juga disampaikan warga yang mengikuti sosialisasi. Salah satunya, Rifai, menilai program MBG sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan sejak usia dini.
Meski demikian, ia berharap pelaksanaan program di lapangan terus dievaluasi, khususnya terkait variasi menu agar lebih sesuai dengan selera anak-anak.
“Menunya memang bergizi, tapi kalau anak-anak tidak tertarik dan tidak menghabiskan, tentu hasilnya kurang maksimal. Perlu ada penyesuaian rasa dan menu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan warga di Kecamatan Gurah dan wilayah sekitarnya.









