Menjelang Pergantian Tahun, PCNU Kota Kediri Gelar Istighotsah dan Liwetan sebagai Ruang Muhasabah Bersama

Bagikan Berita :

KEDIRI — Menyongsong pergantian tahun, PCNU Kota Kediri kembali menggelar Istighotsah yang ditutup dengan liwetan atau makan bersama. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia Kota Kediri dan Himpunan Alumni Santri Lirboyo, sebagai wujud sinergi umat dalam merawat tradisi dan spiritualitas.

Ratusan jamaah dan santri dari berbagai pondok pesantren turut hadir, memadati kompleks PCNU Kota Kediri pada Selasa (30/12). Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara, menghadirkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk akhir tahun.

Istighotsah ini merupakan agenda tahunan PCNU Kota Kediri—sebuah ruang refleksi untuk menimbang perjalanan, menguatkan ruh perjuangan, dan menata langkah ke depan. Tradisi yang dijaga bukan semata ritual, melainkan ikhtiar menjaga kejernihan niat dalam mengabdi.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, yang akrab disapa Gus Ab, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum Muhasabah atas kinerja organisasi selama setahun terakhir.

“Ini saatnya kita bercermin—menilai apa yang telah dilakukan, lalu memperbaiki dan menyempurnakan di masa mendatang,” tuturnya.

Ia menambahkan, melalui semangat Rojabiyah dan Muhasabah, PCNU Kota Kediri meneguhkan komitmen untuk terus berbenah, memperkuat program, serta memperluas peran sosial-keagamaan yang berakar pada nilai-nilai luhur.

Kegiatan Istighotsah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, diikuti pula oleh perwakilan TNI, Polri, serta unsur organisasi keagamaan lainnya—menjadi penanda bahwa doa, tradisi, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi kokoh dalam menapaki hari esok.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :