KEDIRI – Seiring perkembangan jaman didukung kecanggihan tekhnologi, namun bukan berarti manusia harus melupakan warisan leluhurnya. Demikian disampaikan Ki Harjito Mudho Darsono salah satu sosok dalang kondang di Kediri. Selain pagelaran wayang kulit, acara Ruwatan Murwokolo merupakan tradisi harus dirawat dan diwariskan.
Tradisi ruwatan telah berumur ratusan tahun, dalam pemahaman budaya bertujuan menyelamatkan jalan hidup seseorang agar tidak menjadi korban dari Batara Kala. “Agar manusia hidup sewajarnya, dengan disucikan kembali pikirannya. Mengembalikan jiwa agar kembali bersih,” ungkap Ki Harjito ditemui disela-sela acara ruwatan bertempat di Desa Sidorejo Kecamatan Pare, Selasa (28/06).
Dia pun memberikan contoh, agar kita tidak makan terlalu kenyang atau tidak membiasakan diri kelaur malam untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. “Bila ada perempuan apalagi janda keluar malam, apa tidak akan digoda para Batara Kala,” ucapnya sambil menatap ke wajah para penabuh gamelan.

Karena keturunan Kerajaan Mataram, maka yang sering terjadi dalam tradisi upacara ruwatan dengan pagelaran wayang kulit lakon Murwakala. Berkisah lahirnya Bathara Kala hingga cerita Dewa Wisnu yang menyamar menjadi Dhalang Kandha Buwana.
Atas kemampuan yang dimiliknya, mampu menolong orang dan termasuk melakukan ruwat terhadap Bathara Kala. Dalam prosesinya selain perlengkapan upacara wayang beserta gamelan dan sajian (baca sajen, red). “Juga dilakukan siraman, selamatan dan serah-serahan serta diberi pitutur,” imbuhnya.









