KEDIRI – Desa Segaran Kecamatan Wates hanyalah berpenghuni tidak lebih 2 ribu jiwa diantara 200 keluarga. Pun demikian, wilayah ini dikenal sebagai pusat peternakan babi di Kabupaten Kediri meskipun hanya skala usaha rumah tangga. Sebagian besar warganya yang mayoritas umat Kristiani ini, berternak babi sebagai sumber penghidupan utama.
“Ternak babi di Segaran itu sebenarnya hanya ternak rumah tangga, bukan skala besar. Biasanya, satu rumah memelihara puluhan ekor, tetapi potensi ekonominya cukup menjanjikan. Pasar kami sampai ke Solo, Bandung, Jakarta, bahkan luar Jawa seperti Kalimantan,” ujar Dwijaya Kristianta selaku Kades Segaran saat ditemui di rumahnya, Jumat (18/04)
Masyarakat Segaran bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan tenaga ahli seperti Baby Fat Jogja untuk menjaga kesehatan ternak. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan pengambilan sampel darah dan kotoran ternak.
Namun, menjadi peternak bukan berarti tidak ada resiko. Tantangan besar salah satunya wabah virus African Swine Fever (ASF).
“Virus ASF menjadi ancaman serius. Belum ada vaksinnya, jadi kami hanya bisa menjaga kebersihan kandang dan membatasi mobilitas orang luar,” tambahnya.
Jurnalis : Rohmat Irvan AfandiBagikan Berita :









