Suasana mediasi dihadiri perwakilan warga dan pihak KJPP (istimewa)

Mediasi Ganti Rugi Jalan Tol Digagas Pemkot Kediri Kembali Deadlock

Bagikan Berita :

KEDIRI – Untuk kali kedua, Pemerintah Kota Kediri mengggelar mediasi, mempertemukan warga terdampak pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Andi Tiffani dan rekan. Bertempat di ruang rapat Bappeda, Senin (05/02). Namun hasilnya tetap berakhir deadlock alias tidak ada kata sepakat.

Diberitakan sebelumnya, warga yang tergabung Forum Komunikasi Warga Terdampak Proyek Tol Kediri-Tulungagung sempat menggelar aksi dan pertemuan di Balai Kota Kediri. Pertemuan ketiga kembali digelar dan berlangsung tertutup bagi para jurnalis.

Pertemuan berlangsung 2,5 jam lebih ini, rupanya kembali tidak ada kata sepakat dari perwakilan warga Kelurahan Gayam, Mojoroto, Bujel dan Ngampel. Mereka menuntut transparansi dari nilai yang dirasa tidak layak dan adil sesuai janji.

Menyikapi hal ini, Tutur Pamuji selaku Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri menyampaikan. Yang berwewenang menyampaikan data adalah KJPP ditunjuk pihak swasta.

“Pemerintah Kota tidak bisa mengintervensi. Hari ini KJPP dan warga diundang dengan didampingi Bappeda, BPN, Lurah Gayam, Camat Mojoroto, TPT dan kepolisian,” jelasnya.

Dikonfirmasi usai mediasi, Tohari selaku perwakilan warga menegaskan belum ada titik temu. Dia pun mempertanyakan pihak KJPP, yang  bersikeras tidak mau membuka transparansi nilai kepada warga terdampak.

“KJPP tidak mau membuka data. Bukan kita minta angka, kita hanya minta data proses penilaian dan prosedurnya seperti apa, acuan nya apa. Mereka dasarnya dari membuat sampel di masyarakat. Ternyata sampel mereka tak melibatkan pemerintah setempat, bahkan pak Lurah tidak tahu. Kemudian camat dan Pemkot tidak dilibatkan, ini kan antik,” ujarnya.

Lanjut Tohari, pihaknya meminta kepada pemerintah Kota agar pihak KJPP membuka transparansi nilai. “Camat Mojoroto tadi siap membantu mencarikan data, pemerintah kota juga mau. Tinggal KJPP mau tidak membuka. Tapi tadi jawabnya tidak mau,” imbuhnya.

Sementara pihak perwakilan KJPP Andi Tiffani dan Rekan, menolak untuk dikonfirmasi usai mediasi

Jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :