KEDIRI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menjaga denyut nadi sektor pertanian kembali ditegaskan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada ratusan kelompok tani.
Penyerahan bantuan tersebut digelar di area belakang Gedung Pemerintah Kabupaten Kediri, Kamis (5/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran dinas terkait serta perwakilan kelompok tani.
Dalam momentum tersebut, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito memberikan perhatian khusus kepada para petani muda berusia di bawah 30 tahun. Sejumlah petani muda dipanggil maju dan menerima apresiasi berupa beasiswa hingga dukungan modal usaha. Langkah ini menjadi simbol nyata dorongan regenerasi petani di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito menyampaikan, sepanjang tahun ini Pemkab Kediri telah menyalurkan puluhan unit alsintan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil petani di lapangan.
“Total tahun ini kami menyerahkan 54 traktor roda empat, 19 traktor roda dua, handsprayer, serta berbagai alsintan lainnya. Secara keseluruhan jumlahnya lebih dari 70 unit. Pada tahun 2026 nanti akan kami tambah sekitar 150 hingga 190 alsintan,” ujarnya.
Ia menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Kabupaten Kediri tetap mampu menyalurkan bantuan karena keseriusan daerah dalam mendukung program strategis pemerintah pusat.
“Kami bersungguh-sungguh memenuhi target Presiden terkait swasembada gula. Tahun ini sekitar 7.000 hektare lahan. Dari komitmen itu, Kabupaten Kediri mendapat apresiasi Presiden dan diberikan keleluasaan untuk menyejahterakan petani,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mas Dhito berharap kehadiran alsintan modern dapat mendongkrak produktivitas sekaligus mengubah wajah pertanian menjadi sektor yang diminati generasi muda.
“Petani jangan terus didominasi usia di atas 50 tahun. Kita butuh regenerasi, dan hari ini embrionya sudah mulai terlihat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Desa Ngablak, Anton Sunaryo, mengaku sangat terbantu dengan bantuan traktor roda empat yang diterima kelompoknya.
“Kalau beli sendiri jelas tidak mampu karena harganya mahal, sekitar Rp400 sampai Rp500 juta per unit. Traktor roda empat yang kami terima ini sangat membantu, apalagi untuk lahan yang luas,” ungkap Anton.
Ia menjelaskan, Desa Ngablak memiliki lahan pertanian sekitar 300 hektare dengan komoditas utama padi, jagung, dan tebu. Selama ini, rata-rata hasil panen mencapai 7 ton per hektare.
“Tantangan utama petani itu cuaca dan pupuk, termasuk kualitas benih. Kalau benihnya bagus, hasilnya juga ikut bagus,” ujarnya.
Anton berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut dan ditingkatkan. Ia menegaskan kesiapan petani untuk meningkatkan produktivitas jika bantuan ditambah.
“Petani itu penting, meskipun sering kali susahnya tidak terlihat. Kalau bantuannya ditambah, saya siap meningkatkan hasil panen,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, melaporkan bahwa penyaluran bantuan pertanian tahun ini menyasar 174 kelompok tani, baik kelompok tani dewasa maupun taruna tani. Bantuan yang diberikan meliputi alsintan, sumur submersible, hingga benih.
“Pada tahun 2025 kami telah menyalurkan 51 traktor roda empat, 19 traktor roda dua, 11 unit combine harvester, 301 unit irigasi air tanah dangkal, enam pompa air, 11 handsprayer, serta dua unit rotavator,” paparnya.
Selain alsintan, Pemkab Kediri juga menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 75 ton, termasuk 73 ton yang disalurkan pada Februari untuk mendukung luas lahan tanam. Alokasi pupuk prioritas pun meningkat hingga 9.000 ton. Sementara itu, lahan pertanian organik yang sebelumnya seluas 80 hektare direncanakan terus dikembangkan.
“Alhamdulillah, harga padi dan jagung juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya sekitar Rp5.000 per kilogram, kini sudah di atas Rp6.000 per kilogram. Harga gabah bahkan sudah menembus Rp7.000 per kilogram,” jelas Sukadi.
Sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan penyerahan bantuan tersebut ditutup dengan prosesi tumpengan, dengan harapan kesejahteraan petani Kabupaten Kediri semakin meningkat dan pertanian tetap menjadi fondasi kokoh menuju tahun 2026









