Mas Dhito Ajak Ketua RT/RW di Pare Lebih Peka terhadap Lingkungan, Fokus Tekan Kasus Stunting

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, mengajak seluruh Ketua RT dan RW untuk lebih peduli dan responsif terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya masing-masing. Hal ini disampaikannya dalam acara pembinaan ketua RT/RW se-Kecamatan Pare yang digelar di Balai Desa Sambirejo, Senin (28/7).

Menurut Mas Dhito, Ketua RT dan RW sebagai garda terdepan pemerintahan harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi, terutama dalam mengidentifikasi permasalahan yang masih banyak tersembunyi di masyarakat, seperti kasus stunting.

“Kadang orang tua malu mengakui anaknya stunting, ini menjadi tantangan tersendiri. Karenanya, peran RT/RW sangat penting untuk mendeteksi dan membantu mengatasinya,” ujar Mas Dhito.

Ia juga menekankan pentingnya peran RT/RW dalam mendorong warga, khususnya yang memiliki balita, agar rutin datang ke posyandu. Ini dinilai sebagai langkah penting dalam menekan angka stunting di wilayah Kediri.

Selain isu kesehatan, Mas Dhito juga meminta RT dan RW untuk aktif menyuarakan permasalahan lain seperti kerusakan jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur lingkungan. Ia bahkan membuka ruang dialog langsung bagi para Ketua RT/RW untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan warga secara langsung.

Untuk penanganan infrastruktur, Mas Dhito menyarankan pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa dan pemerintah daerah melalui sistem pembiayaan bersama (sharing budget).

“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Saya titip wilayah masing-masing kepada jenengan semua. Mari kita jaga dan bangun daerah ini bersama-sama,” pesan Mas Dhito dengan penuh semangat.

Kegiatan pembinaan kali ini diikuti oleh Ketua RT dan RW dari lima desa di Kecamatan Pare, yakni Desa Sidorejo, Sambirejo, Sumberbendo, Darungan, dan Bendo. Nantinya, sesi kedua pembinaan akan dilaksanakan di Desa Tulungrejo untuk menjangkau desa lainnya.

Camat Pare, Nizam Subekhi, yang turut hadir dalam acara ini, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong para Ketua RT/RW untuk berperan aktif dalam penyebaran informasi layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Untuk daerah yang kasus stuntingnya masih tinggi, kita akan bergerak bersama. Semua harus turun tangan,” tegas Nizam. (*)

Bagikan Berita :