KEDIRI – Suasana penuh semangat dan kehangatan perempuan Kota Kediri mewarnai Lomba Paduan Suara Mars Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, di Ruang Tegowangi Grand Surya pada Rabu (10/12/2025). Ajang tahunan ini menjadi wadah kreativitas dan persatuan berbagai organisasi perempuan yang hadir menampilkan kemampuan vokal terbaik mereka.
Dalam sambutannya, Gus Qowim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perlombaan seni, melainkan bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ibu, momen untuk menghargai kontribusi perempuan dalam keluarga, masyarakat, hingga pembangunan kota.
“Perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan harmoni, baik di rumah maupun di ruang sosial. Hari ini, semangat itu dirayakan melalui suara dan keberanian untuk tampil,” tuturnya.
Ia menggambarkan paduan suara sebagai cermin kehidupan: setiap suara memiliki peran, dan ketika disatukan, tercipta harmoni yang indah. Begitu pula dalam membangun Kota Kediri—dibutuhkan sinergi, gotong royong, serta kolaborasi aktif berbagai elemen, termasuk organisasi perempuan.
Gus Qowim juga memberikan apresiasi besar kepada GOW Kota Kediri yang dinilai konsisten menghadirkan program-program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Apa pun hasil lomba hari ini, saya ingin menegaskan bahwa semua peserta adalah pemenang. Setiap latihan, setiap usaha, dan keberanian tampil di depan publik adalah bentuk dedikasi yang patut dihargai,” tegasnya.
Ketua Umum GOW Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, menambahkan bahwa lomba ini merupakan bagian dari realisasi program kerja GOW untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan solidaritas, memasyarakatkan Mars GOW, serta menggali potensi seni anggotanya.
“Semoga rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dan semakin mempererat kekompakan GOW,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Yani Anggi Saputra Ibrahim, para pengurus GOW, serta tamu undangan lainnya. Lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekuatan perempuan dalam berkontribusi bagi Kota Kediri.
Bagikan Berita :








