KEDIRI – Lomba Karya Tulis Ilmiah digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa. Dari 48 perwakilan SMA sederajat, telah tersaring menjadi 5 kelompok peserta.
Acara seleksi penentuan juara digelar di Aula SMKN Ngasem pada Selasa (18/07). Hadir dalam acara ini, para kasi di lingkungan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri dan para guru pembimbing. Adapun sekolah dinyatakan lolos, SMAN 1 Mojo, SMAN Wates, SMAN 2 Pare, SMAN 1 Kandangan dan SMKN Ngasem.
Secara khusus Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Candra Eka Yustisia memberikan apresiasi kepada seluruh pelajar di Kabupaten Kediri turut dalam acara ini. Melalui Kasi Intelijen, Roni dijelaskan bahwa tahapan lomba ini diawali setiap kelompok peserta untuk mengirimkan karyanya.
“Dari 48 karya dikirim, kemudian kami seleksi dan tim juri menentukan 5 karya terbaik. Hari ini kami minta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara langsung,” jelasnya.
Penampilan pertama SMAN 1 Mojo membawakan esai tentang tindak pidana korupsi. Disusul SMAN Wates bertema Optimalisasi Blockchain e Gov Sebagai Upaya Pemberantasan Korupsi era Society 5.0 di Indonesia. Ketiga, SMAN 2 Pare bawakan Anti Corruption Community Center. Dilanjutkan SMAN 1 Kandangan bertema Bakusi : Bahaya Korupsi Non Fisik dan terakhir SMK Ngasem bertema Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi : Strategi Utama dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia
“Ini cara kami memberikan edukasi, bahwa kami dari Kejaksaan berusaha memberikan pemahaman. Bahwa kami mempunyai wewenang dalam pemberantasan korupsi. Justru dari acara ini, kami mendapat pemikiran baru yang sebelumnya tidak terpikirkan,” jelas Kasi Intel.
Diantaranya, tambah Roni, adanya aplikasi untuk pemberantasan korupsi dan perbaikan sistem pencegahan korupsi. “Untuk juaranya akan diambil 1,2,3 dan harapan dan diumumkan pada tanggal 22 juli 2023,” imbuhnya.
Salah satu guru pembimbing peserta, Intan Ayu dari SMAN 2 Pare dikonfirmasi usai acara, memberikan apresiasi atas acara ini. Menurutnya, dengan lomba karya ilmiah digelar Kejaksaan, memberikan nilai positif karena meningkatkan literasi anak didiknya terkait wawasan korupsi.
“Siswa sebagai generasi muda bisa memberikan pemikiran untuk memberantas korupsi. Ini murni karya siswa kami, setelah dilakukan diskusi berkala meski terbatas waktu, namun merupakan kreasi bersama,” ucapnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









