foto : Sigit Cahya Setyawan

KSF 2025: Bukti Kebangkitan Vespa Hidupkan UMKM dan Menyulut Ekonomi Kreatif di Kota Kediri

Bagikan Berita :

Kediri Scooter Festival 2025 bukan sekadar ajang hobi. Ia adalah perayaan cinta, kreativitas, dan kerja keras — di mana setiap knalpot yang menderu menyuarakan satu pesan sederhana: persaudaraan tak lekang oleh waktu, dan rezeki selalu berputar di roda yang berani bergerak.

KEDIRI – Dentuman knalpot klasik berpadu dengan aroma kopi dan jajanan lokal di pelataran GOR Jayabaya. Selama tiga hari, 10–12 Oktober 2025, Kediri Scooter Festival (KSF) ke-8 bukan sekadar menjadi surga bagi para pecinta Vespa, tetapi juga menjadi denyut baru bagi roda ekonomi rakyat.

Di antara lautan penggemar Vespa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, tampak deretan lapak yang penuh warna: dari suku cadang klasik, helm retro, hingga koleksi barang antik yang menggoda nostalgia. Semua menyatu dalam satu semangat — persaudaraan di atas dua roda.

Bagi Jimbim Retro, pedagang asal Surabaya, KSF bukan hanya soal transaksi. Lebih dari itu, ia adalah tentang pertemuan, cerita, dan kehangatan komunitas.

“Tahun ini memang agak menurun dibanding tahun lalu. Tapi Alhamdulillah, masih bisa menutup operasional. Yang penting bisa ketemu teman-teman Vespa lagi,” ucap Jimbim sambil menata deretan kamera jadul dan mainan lawas di lapaknya.

Jimbim sudah menjadi bagian dari KSF sejak edisi ketiga. Ia mengaku selalu menanti momen ini — bukan semata karena omzet, melainkan karena silaturahmi yang lahir dari hobi yang sama.

“Bagi saya, jualan itu nomor dua. Yang utama ya kebersamaan. KSF itu lebarannya anak Vespa Indonesia,” katanya penuh semangat.

Bagaikan Keluarga

foto : Sigit Cahya Setyawan

Dari sudut lain, tampak Tumin, peserta asal Blitar, datang bersama istri dan anaknya. Ia mengaku gembira bisa ikut meramaikan festival tahun ini yang terasa makin ramah keluarga.

“Acara ini seru sekali. Bisa silaturahmi dengan teman-teman lama, anak juga senang ikut main. Fun cross-nya keren,” ujarnya sambil tersenyum sambil membelikan mainan kecil untuk anaknya.

Kehadiran ratusan penjual dan ribuan pengunjung mengubah kawasan GOR Jayabaya menjadi pasar besar bernuansa retro. UMKM lokal pun kebanjiran rezeki. Produk khas Kediri — mulai dari kaus komunitas, kopi, hingga aksesori Vespa — laris manis diburu para pengunjung dari luar kota.

Lebih dari sekadar festival otomotif, KSF telah menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif. Ia mempertemukan kreativitas, budaya, dan persaudaraan dalam satu ruang yang hidup. Di sana, nostalgia bercampur dengan peluang, dan setiap putaran roda Vespa seolah membawa berkah baru bagi banyak orang.

Dengan semangat gotong royong dan solidaritas khas komunitas Vespa, KSF 2025 kembali membuktikan bahwa kebersamaan bisa menjadi bahan bakar paling kuat — bukan hanya untuk menyalakan mesin Vespa, tapi juga untuk menggerakkan ekonomi dan menghidupkan kota.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :