KEDIRI – Meski tenda aksi telah dibongkar oleh Satpol PP Kota Kediri pada Senin (7/7), semangat para eks karyawan PT Triple’s belum surut. Belasan orang tetap melanjutkan aksi damai mereka di depan Hotel Insumo Palace, dengan spanduk dan poster sebagai simbol perjuangan.
Aksi ini menjadi sorotan tersendiri menjelang Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV ke-13 APEKSI, yang digelar mulai hari ini (16/7) selama tiga hari ke depan. Apalagi, Hotel Insumo Palace dikabarkan menjadi salah satu tempat menginap rombongan tamu dari 13 kota peserta APEKSI.
Koordinator aksi, Hari, menegaskan bahwa mereka tetap akan bertahan hingga akhir Juli 2025, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian. Meskipun tenda dibongkar, mereka tetap menyuarakan aspirasi dengan cara damai.
“Kami memang kehilangan tenda, tapi suara kami masih ada. Spanduk dan poster itu cara kami menunjukkan bahwa perjuangan belum usai,” kata Hari.
Sementara itu, pihak Satpol PP menjelaskan alasan penertiban. Menurut Agus Dwi Ratmoko, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, pembongkaran dilakukan karena tenda menyalahi aturan penggunaan trotoar sebagai fasilitas umum.
“Penertiban kami hanya fokus pada tenda, bukan substansi aksi. Banner atau alat peraga lainnya tetap kami biarkan karena masih dalam ranah penyampaian pendapat,” ujar Agus.
Ia membenarkan bahwa keberadaan tenda sempat menimbulkan gangguan visual, terutama menjelang agenda nasional APEKSI. Namun, tindakan Satpol PP murni karena alasan penegakan ketertiban umum, bukan karena tekanan acara.
Dari pihak Hotel Insumo Palace, situasi ini dinilai cukup mengganggu operasional dan kenyamanan tamu. HRD PT Insumo Graha Indah, Junaidi, mengungkapkan bahwa banyak tamu merasa resah melihat alat peraga aksi di depan hotel.
“Beberapa tamu bertanya-tanya, padahal kami tidak terkait dengan konflik PT Triple’s. Suasana jadi kurang kondusif,” ujarnya.
Pihak hotel bahkan telah dua kali mengirimkan surat keberatan kepada instansi terkait, termasuk Wali Kota Kediri. Junaidi berharap aksi dilakukan di lokasi yang lebih tepat agar tidak merugikan pihak yang tidak terlibat.
“Ini bukan tempat yang pas untuk aksi seperti ini. Kami hanya menjalankan bisnis dan jadi pihak yang terdampak,” tegasnya.
Meski tenda sudah dibongkar, Satpol PP memastikan tetap akan memantau jalannya aksi. Jika ditemukan pelanggaran baru terhadap aturan ketertiban umum, tindakan akan segera diambil.
Situasi ini menambah dinamika menjelang perhelatan APEKSI, yang membawa harapan besar bagi citra dan pembangunan Kota Kediri di mata nasional.
jurnalis : Anisa Fadila