KEDIRI – Kelompok Pemuda Karangsono (KOMPAK) menunjukkan kiprah nyatanya dalam pelestarian budaya lokal melalui partisipasi aktif di Inggil Heritage Festival – Kirab Budaya yang digelar oleh LPMK Kelurahan Lirboyo. Keterlibatan mereka tak sekadar menambah semarak acara, tapi juga menjadi bagian penting dari upaya mengenalkan situs bersejarah Siti Inggil kepada masyarakat luas.
Festival yang telah dipersiapkan selama dua bulan ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, mulai dari Ketua RT hingga pemuda antar-RW. Ketua KOMPAK, Exwan Wahyu Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk mempererat hubungan antarwarga yang selama ini jarang berkumpul dalam satu momen besar.
“Selama ini belum pernah ada kegiatan bersama untuk seluruh warga kelurahan. Festival ini jadi tonggak awal untuk mempererat kebersamaan,” ungkap Wahyu.
Salah satu misi utama dari festival ini adalah mengangkat kembali nilai sejarah Siti Inggil—sebuah situs lokal yang selama ini kurang dikenal masyarakat. Wahyu menjelaskan, Siti Inggil memiliki arti ‘tanah tinggi’ dan biasanya digunakan sebagai tempat pesranggahan atau punden dalam tradisi masyarakat Jawa.
“Kita ingin masyarakat tahu, bahwa di Lirboyo juga ada warisan budaya penting yang patut dilestarikan dan dikenalkan,” tambahnya.
Acara ini diikuti oleh seluruh RW dari 01 hingga 08, dan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, mulai dari pentas seni, kirab budaya, hingga bazar UMKM yang sepenuhnya dikelola warga. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tapi juga membuka peluang ekonomi lokal.
“UMKM-nya dari warga sendiri, jadi dampaknya juga langsung terasa bagi masyarakat. Ini bukti bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” tutur Wahyu, yang juga menjabat sebagai Ketua RW 07.
Meskipun tahun ini belum menampilkan budaya khas Lirboyo secara spesifik, namun kegiatan ini dinilai sebagai langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi budaya lokal di tahun-tahun mendatang.
Harapannya, Inggil Heritage Festival dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan meriah, sekaligus memperkuat identitas budaya warga Lirboyo.
“Ke depannya semoga acara ini bisa jadi tradisi tahunan. Warga bisa kumpul bareng, bahagia bareng, dan Lirboyo makin solid sebagai kampung yang guyub dan berbudaya,” pungkas Exwan penuh harap.
Bagikan Berita :







