KEDIRI – Rumor koalisi partai istana santer terdengar, jelang digelarnya Pemilihan Wali Kota Kediri. Rencana digelar 27 November 2024, sesuai jadwal dikeluarkan KPU. Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra diprediksi bakal mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Sementara partai lainnya memilih menunggu penetapan KPU terkait hasil perolehan kursi dalam Pemilihan Legeslatif.
“Partai Golkar dipastikan raih 5 kursi, namun kami tetap butuh koalisi,” jelas Sudjono Teguh Wijaya, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri. Dia pun menjelaskan telah mendapatkan perintah Ketua Umum Partai Golkar agar menyiapkan tim pemenangan Pilwali dan segera menjalin koalisi.
Apakah menggandeng partai koalisi istana? “Pasti kecuali ada satu partai, kami tidak akan berkoalisi,” tegasnya. Siapakah partai tersebut, Sudjono memilih tidak berkenan komentar karena kuatir menyinggung perasaan banyak pihak.
Minggu lalu terlihat Sudjono telah bertemu dengan Ashari, Ketua DPD Partai Demokrat. Pun Ashari juga tidak mengelak telah menjalin komunikasi dengan Katino selaku Ketua DPC Partai Gerindra. Bila kemudian ketiga partai ini berkoalisi, bakal menjadi kekuatan solid bila mengacu perolehan suara saat Pemilu.
Sementara Katino maupun Ashari saat dikonfirmasi di tempat terpisah, justru menyampaikan pendapat yang sama. Kedua ketua partai ini menyampaikan, jika belum ada pembicaran resmi. Namun rumor telah beredar pendekatan ke kelompok NU, Muhammadiyah dan LDII telah dilakukan, untuk meminta saran siapakah pasangan calon layak diusung.
Sebagai tambahan, ketiga tokoh ketua partai ini, dipastikan tidak akan mencalonkan diri sendiri untuk meramaikan bursa Pilwali.
editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









