Kisah Inspirasi Pasangan Suami Istri Warga Brenggolo Berjualan di Monumen SLG sejak Tahun 2005

KEDIRI – Mencari nafkah di balik pusat keramaian telah puluhan tahun dilakukan Suminah, warga Desa Brenggolo Kecamatan Plosoklaten berusia 65 tahun. Dengan dibantu suaminya, dia bukan hanya berjualan di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) saat malam Minggu.

Namun dia pun berjualan keliling bila ada acara mengundang kedatangan massa hingga ke Tulungaung. Tanpa terasa demi mencukupi kebutuhan keluarga, telah dijalani pasangan suami istri ini sejak tahun 2005.

“Saya memilih berjualan daripada di rumah saja, selain mencari rejeki juga mendapatkan hiburan. Bertemu banyak orang dan bisa saling berkenalan,” ucapnya penuh optimis, saat ditemui di pintu masuk pelataran parkir SLG.

Meski berusia lanjut, namun Suminah mengaku tak menyurutkan semangatnya dalam berdagang. Aneka kopi kemasan, mie instan serta makanan ringan, tersaji di lapaknya yang sederhana.

“Yang bantu – bantu suami saya, kalau yang jaga lapak saya sendiri. Nanti kalau sudah selesai berjualan, lapaknya dibawa pulang,” terangnya.

Suminah dan suaminya sebenarnya mempunyai anak. Namun mereka memilih tidak mau merepotkan ketika berjualan. Mereka pun kerap berjualan di tempat kegiatan seni budaya seperti pertunjukan jaranan.

“Saya jualannya tidak hanya di sini (Monumen SLG, red), kadang ke tempat acara seperti jaranan dan reog. Kadang ke Wates, Mrican dan pernah ke Tulungagung,” ucapnya. Dia pun memilih tersenyum saat ditanya berapa pendapatan yang diraihnya setiap jualan. Suminah mengaku bersyukur atas berapapun hasil berdagang yang didapatnya.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Editor : Nanang Priyo Basuki