KEDIRI – Diantara sejumlah aduan disampaikan saat Jumat Ngopi bersama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, terkait masih ada tenaga pengajar TK. Dalam sebulan hanya menerima upah tidak lebih Rp. 100 ribu, itupun uang dari iuran para wali anak asuhnya.
“Dengan niatan yang ikhlas sampai sekarang, saya masih bisa bertahan meskipun dengan gaji 100 ribu per bulan. Pendapatan 100 ribu per bulan itu dari iuran yang diperoleh dari anak didik,” ucap guru TK, saat hadir di Pendopo Panjalu Jayati, Jumat (24/11).
Menanggapi aduan tersebut, Mas Dhito sapaan akrab Bupati menyampaikan. Bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri akan menaikkan anggaran dan terealisasi di tahun 2024 sebesar Rp. 21 miliar bagi insentif tenaga pengajar.
“Menjawab pertanyaan tersebut, siang sebelum acara Jumat Ngopi. Kami telah putuskan anggaran insentif untuk guru kelompok bermain TK dari 100 ribu menjadi 200 ribu. Untuk insentif guru Non ASN, kami anggarkan 14 milyar. Total anggaran untuk tahun 2024 dinaikkan menjadi 21 milyar rupiah,” jawab Mas Dhito.
Lebih lanjut, Bupati memberikan penjelasan bahwa pemerintah kabupaten sangat peduli dengan kesejahteraan guru. Apalagi jasanya yang begitu penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Insentif guru Non ASN dari 14 milyar naik menjadi 21 milyar di 2024. Kemudian guru SD dan SMP dari 200 ribu menjadi 300 ribu. Guru pendidikan K2 yang menerima insentif 500 ribu menjadi 750 ribu,” terangnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









