KEDIRI – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang digagas oleh Kementerian Sosial RI. Ia menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Program ini memang terbilang baru di tingkat nasional, tapi Kabupaten Kediri sudah lebih dulu mengambil langkah serupa melalui keberadaan boarding school di Pare,” kata Dodi saat bersama rombongan Komisi IV, melakukan kunjungan kerja ke lokasi SRMA, Kamis (17/07).
Dodi menegaskan bahwa keberadaan SRMA sangat membantu mengatasi berbagai permasalahan pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari kalangan prasejahtera. Ia juga memuji kurikulum sekolah rakyat yang tak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mengedepankan pendidikan karakter, nasionalisme, akhlak, serta keterampilan dasar yang membentuk kepribadian siswa.
“Kurikulumnya luar biasa. Anak-anak diajarkan banyak hal yang membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan, bukan hanya pelajaran di kelas,” imbuhnya.
Meski demikian, Dodi juga mencatat beberapa catatan penting terkait fasilitas sekolah. Salah satu sorotannya adalah soal luas lahan yang masih belum memenuhi standar minimal.
“Idealnya lahan sekolah rakyat itu memiliki luas minimal 7 hektare. Saat ini baru tersedia 5 hektare,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, ia mengungkapkan bahwa Pemkab Kediri telah menyiapkan lahan alternatif di wilayah Plosoklatén, yang nantinya akan dibangun oleh Kementerian PUPR.
Dodi juga menyoroti mekanisme rekrutmen siswa yang terkesan terburu-buru. Untungnya, Kabupaten Kediri sudah memiliki sistem pendidikan boarding school yang memungkinkan 100 siswa yang tidak tertampung bisa dialihkan ke SRMA.
“Kuncinya ada pada sistem data terpadu. Dengan ‘Kediri Dalam Satu Data’, kita bisa cepat menentukan siapa saja yang layak menerima program ini,” jelasnya.
Menutup kunjungan, Dodi berharap agar program SRMA ini tidak berhenti di jenjang SMA saja. Ia mendorong agar Kementerian Sosial juga mempertimbangkan pengembangan sekolah rakyat untuk jenjang SMP dan SD di masa mendatang.
“Kami berharap ada kesinambungan. Pendidikan karakter ini harus dimulai sejak dini,” pungkasnya.
jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









