KEDIRI – Penyelidikan kasus dugaan tiket palsu pada laga Persik Kediri melawan Persib Bandung di Stadion Brawijaya terus berlanjut. Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota kembali memintai keterangan sejumlah pihak terkait penyelenggaraan pertandingan tersebut.
Pada Rabu pagi (12/01), Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tri Widodo, Direktur Persik Kediri Souraiya Farina, serta seorang anggota Local Organizing Committee (LOC) tampak mendatangi ruang penyidikan Satreskrim Polres Kediri Kota.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana, membenarkan adanya proses penyelidikan terkait laga Persik kontra Persib tersebut. Ia menegaskan bahwa pemanggilan sejumlah pihak masih sebatas permintaan keterangan awal.
“Masih kita mintai keterangan. Ini berdasarkan laporan informasi yang kami terima,” ujar AKP Cipto saat dikonfirmasi di Mapolres Kediri Kota, Rabu siang.
Menurutnya, hingga saat ini penyidik belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana. Fokus pemeriksaan masih pada pengumpulan data dan klarifikasi guna mengetahui duduk perkara secara menyeluruh.
“Belum secara spesifik mengarah pada tiket palsu. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.
AKP Cipto juga menambahkan bahwa penyelidikan sementara hanya difokuskan pada pertandingan Persik Kediri melawan Persib Bandung. Pemeriksaan tidak diperluas ke laga sebelumnya, termasuk pertandingan Persik kontra Persis Solo.
Seiring berjalannya penyelidikan, berkembang isu mengenai jumlah penonton yang masuk ke Stadion Brawijaya diduga melebihi kuota yang telah disepakati dalam rapat koordinasi. Selain itu, muncul dugaan peredaran tiket palsu yang menyebabkan jumlah suporter membludak di dalam stadion.
Sementara itu, Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, membantah kehadirannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia menyebut kedatangannya bersama manajemen Persik semata-mata untuk mengurus perizinan pertandingan Persik Kediri melawan Bali United yang dijadwalkan digelar pada 30 Januari mendatang.
“Saya ke sini untuk mengurus izin pertandingan lawan Bali United,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Panpel Persik Kediri telah mengakui adanya tiket bermasalah yang diduga dipalsukan dengan sistem barcode. Tiket tersebut disebut berasal dari file PDF yang dicetak berulang kali, sehingga barcode tidak dapat dipindai saat pemeriksaan di pintu masuk stadion.
Padahal, panitia mengklaim hanya menjual sekitar 3.000 tiket. Namun pada pelaksanaannya, jumlah suporter yang masuk stadion saat laga Persik kontra Persib jauh melebihi angka tersebut. Kondisi ini kemudian menarik perhatian aparat kepolisian untuk menelusuri potensi pelanggaran yang terjadi.
Informasi yang beredar menyebutkan, tim penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan beberapa pihak terkait. Dengan telah dikantonginya minimal dua alat bukti, proses penyelidikan disebut berpeluang ditingkatkan ke tahap penyidikan dalam waktu dekat.
Terlebih, penyelidikan ini dilakukan menjelang mutasi AKP Cipto Dwi Leksana yang dikabarkan akan menempati jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, Polda Jawa Timur.









