Kediri Scooter Festival ke-8: Ajang Silahturahmi di Kota Ngangeni Usung Semangat D’Cito

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suara khas mesin Vespa kembali menggema di jantung Kota Kediri. Bukan sekadar deru kendaraan, melainkan alunan harmoni yang merangkul persaudaraan dan budaya lewat Kediri Scooter Festival (KSF) ke-8. Ajang tahunan ini tak hanya menjadi ruang berkumpulnya para pecinta Vespa, tetapi juga magnet wisata baru dan penggerak ekonomi kreatif di bawah semangat program Kediri City Tourism (D’Cito).

Pembukaan KSF ke-8 digelar Jumat (10/10) di GOR Joyoboyo. Acara ini resmi dibuka oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama jajaran Forkopimda. Suasana makin khidmat dengan hadirnya KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar, yang memimpin pengajian bersama para peserta sebelum rangkaian festival dimulai.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, menyebut, peserta festival tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Thailand dan Malaysia.
“Jumlah peserta mencapai sekitar empat ribu orang, dan kemungkinan masih akan bertambah,” ujarnya, Kamis (9/10).

Abah BP—sapaan akrab Bambang—menekankan pentingnya ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau peserta menjaga disiplin berlalu lintas, kebersihan lingkungan, dan ketenangan kota, agar Kediri meninggalkan kesan positif di mata para tamu.
“Semua peserta adalah duta wisata Kediri. Sikap mereka mencerminkan wajah kota ini,” tuturnya.

Rangkaian acara berlanjut pada Sabtu (11/10) dengan berbagai kegiatan menarik. Ada kontes Vespa klasik, lelang suku cadang langka, serta pameran UMKM dan aksesori yang menampilkan produk kreatif lokal.

Malam harinya, suasana festival akan memanas dengan penampilan band reggae asal Bali, Joni Agung and Double T. Musik mereka yang santai dan penuh semangat menjadi ciri khas festival Vespa yang selalu dinanti para penggemar roda dua klasik.

Puncak kemeriahan berlanjut pada Minggu (12/10) lewat agenda Riding City Tour.
Ribuan scooterist berkeliling kota menikmati suasana heritage Kediri—menyusuri makam Auliya, Rondo Dadapan, Klenteng Kuning, hingga situs-situs cagar budaya yang menjadi saksi sejarah perjalanan Kediri.

Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana promosi wisata dan edukasi budaya, memperkenalkan pesona lokal kepada para peserta dari luar daerah maupun mancanegara.

Festival yang telah digelar delapan kali ini terbukti memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Ribuan pengunjung menggerakkan sektor kuliner, penginapan, dan UMKM di sekitar lokasi acara.

“KSF adalah bukti nyata kolaborasi antara komunitas dan pemerintah. Ini sejalan dengan semangat D’Cito (Kediri City Tourism) untuk menjadikan Kediri sebagai kota wisata yang berbudaya, berdaya, dan dikenal luas,” ungkap Abah BP.

Kediri sendiri dikenal sebagai salah satu pionir festival Vespa di Indonesia, dan keberhasilan penyelenggaraan KSF menjadi refleksi dari karakter warganya yang guyub, ramah, dan kreatif.

Abah BP menutup dengan pesan penuh makna.
“Semoga KSF ke-8 ini berjalan sukses, membawa kebahagiaan, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kami ingin Kediri dikenal seantero Nusantara—lewat budaya, oleh-oleh, dan keramahannya,” ujarnya.

Dalam setiap deru mesin Vespa yang berputar, Kediri tak hanya menampilkan festival, tapi semangat kota yang hidup—kota yang dirindukan karena budayanya, dan disinggahi karena pesonanya.

Bagikan Berita :