KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Selasa (10/2/2026). Program ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan GPM akan dilaksanakan secara rutin di 19 lokasi berbeda hingga mendekati hari raya. Kegiatan di Puncu menjadi pembukaan sekaligus bagian dari rangkaian program TMMD yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
“Total ada 19 kali pelaksanaan GPM sampai menjelang Idulfitri. Hari ini pembukaannya di Puncu, selanjutnya akan digelar secara bergilir di kecamatan lain,” ujar Tutik.
Dalam pelaksanaan GPM, sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya telur ayam ras yang di pasaran sempat mengalami kenaikan dari Rp27 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram. Melalui GPM, telur dijual Rp27.500 per kilogram karena didatangkan langsung dari peternak.
Harga cabai yang di pasar tradisional menembus Rp75 ribu per kilogram juga ditekan melalui GPM. Cabai dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram karena pasokannya diambil langsung dari petani dan dikemas dalam ukuran yang lebih terjangkau. Sementara itu, harga gula pasir terpantau stabil di kisaran Rp15 ribu per kilogram dengan dukungan pasokan dari pabrik gula.
“Untuk minyak goreng kami jual Rp15.700 per liter, masih di bawah HET. Kami juga memastikan stok minyak aman hingga menjelang hari raya,” jelasnya.
Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, sedikit lebih rendah dibanding harga pasar. Selain itu, beras SPHP dari Bulog juga disediakan sebanyak 2 ton dengan harga Rp57 ribu per kemasan lima kilogram, di bawah HET. Adapun beras premium dijual sekitar Rp74.500 per lima kilogram.
Tutik berharap masyarakat dapat memanfaatkan GPM untuk memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, baik yang berasal langsung dari petani, peternak, maupun pasar grosir.
“Harapan kami, masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, terutama di tengah fluktuasi harga menjelang Ramadan,” imbuhnya.
Dari sisi ketersediaan, sejumlah komoditas ludes terjual dalam waktu singkat. Cabai dan bawang merah masing-masing disiapkan sekitar 50 kilogram dan habis dibeli warga. Telur ayam yang disediakan mencapai 200 kilogram, sementara gula pasir sebanyak 300 kilogram.
Pelaksanaan GPM akan terus berlanjut ke sejumlah kecamatan lain, di antaranya Kepung dan Siman, hingga menyasar total 19 titik sebelum Hari Raya Idulfitri. Program ini juga direncanakan mendukung kegiatan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.
Salah satu warga Desa Gadungan, Samiyem, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah. Ia sengaja datang untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah cukup banyak.
“Saya beli minyak dan gula. Harganya lebih murah dibanding di pasar. Alhamdulillah, sangat membantu,” ujarnya.
Menurut Samiyem, selisih harga antara GPM dan pasar cukup terasa sehingga dapat meringankan pengeluaran rumah tangga. Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan pemerintah dan TNI di desanya, termasuk perbaikan infrastruktur jalan melalui program TMMD.
“Sekarang jalannya lebih bagus dan lancar. Warga senang, apalagi kalau belanjanya juga murah,” katanya.
Pemkab Kediri menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasar melalui Satgas Pangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga serta memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar menjelang Ramadan dan Hari Raya.
Bagikan Berita :








