foto : Anisa Fadila

Jejak Perjuangan di Jalur Alam, Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025 Berlangsung Sukses

Bagikan Berita :

Langkah demi langkah menembus jalur panjang dan terjal menjadi saksi keteguhan para peserta Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025 yang digelar Sabtu (20/12). Rute bersejarah dari Kota Kediri menuju Bajulan, Kabupaten Nganjuk, tak sekadar menguji fisik, tetapi juga mengajak peserta menyelami kembali beratnya jalan perjuangan para pahlawan bangsa.

Mengusung tema Menapak Jejak Perjuangan Menjaga Alam Kediri, kegiatan ini menghadirkan pengalaman lintas alam yang sarat makna. Setiap tanjakan, setiap peluh yang jatuh, seolah menjadi pengingat akan jejak panjang Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah keterbatasan dan ancaman penjajah.

Napak Tilas ini bukan sekadar perjalanan raga, melainkan perjalanan batin. Jalur yang dilalui peserta menyimpan sejarah bahwa wilayah Kediri hingga Nganjuk pernah menjadi bagian penting dari lintasan perjuangan bangsa. Alam yang masih terjaga menjadi saksi bisu bagaimana kemerdekaan diraih dengan pengorbanan yang tak terhitung.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas wilayah yang terbangun dalam kegiatan ini. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk, termasuk Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., atas dukungan dan keterlibatan wilayah Nganjuk sebagai bagian dari rute Napak Tilas.

“Napak Tilas ini menjadi momentum untuk kembali menundukkan kepala, mengenang, dan menghormati jasa besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Vinanda.

Menurutnya, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antardaerah dalam merawat nilai sejarah sekaligus menjaga kelestarian alam. Kolaborasi antara Kota Kediri dan Kabupaten Nganjuk dinilai membuka peluang pengembangan wisata sejarah berbasis alam yang berkelanjutan.

Dari sisi pelaksanaan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, memastikan seluruh rangkaian Napak Tilas 2025 berjalan aman dan sesuai rencana. Medan yang berat justru menjadi ciri khas sekaligus daya tarik utama kegiatan ini.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Napak Tilas 2025 berjalan lancar. Tidak ada peserta yang mengalami cedera maupun gangguan selama kegiatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jalur perbukitan dan bentang alam terbuka Kediri–Bajulan menghadirkan tantangan yang menguatkan kesan autentik Napak Tilas—perpaduan antara olahraga, sejarah, dan kecintaan terhadap alam.

Pengalaman mendalam itu dirasakan langsung oleh Rudi dan Ali, peserta asal Riau dan Aceh, yang keluar sebagai juara pertama perorangan pada kategori usia 20 dan 30 tahun. Bagi mereka, beratnya medan justru membuka ruang refleksi tentang besarnya pengorbanan para pahlawan.

“Medannya berat dan menantang. Dari sini kami semakin memahami betapa luar biasanya perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Sulit membayangkan bagaimana nasib bangsa ini tanpa jasa dan pengorbanan beliau,” tutur keduanya.

Melalui Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025, semangat perjuangan tak hanya dikenang dalam buku sejarah, tetapi dihidupkan kembali melalui langkah nyata. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus seruan untuk menjaga alam—warisan yang tak terpisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :