foto : Anisa Fadila

Jejak Panglima Besar Jenderal Sudirman Kembali Dihidupkan, Abah BP : Sesuai Amanah Mbak Wali, Nyalakan Semangat Kediri–Bajulan

Bagikan Berita :

KEDIRI – Semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman kembali berhembus di Kota Kediri. Melalui gelaran Gerak Jalan Kediri–Bajulan, masyarakat diajak menapaki kembali jejak sang panglima, menelusuri rute bersejarah yang dulu menjadi saksi bisu perjuangan gerilyanya. Event lintas alam yang dijadwalkan pada 20 Desember ini bukan sekadar perjalanan kaki, tetapi perjalanan batin—mengasah fisik, menyelami nilai edukatif, dan menyerap kembali aroma historis yang dapat menyalakan cinta tanah air di dada generasi muda.

Untuk menyatukan langkah menuju suksesnya acara besar ini, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, memimpin apel bersama seluruh jajaran staf, Jumat (28/11) di kawasan Goa Selomangleng. Apel ini menjadi upaya menyelaraskan visi panitia setelah event yang sudah lama vakum sejak terakhir digelar pada 2019.

“Kediri–Bajulan bukan hanya tentang berjalan. Sesuai amanah Mbak Wali (Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati) Ini adalah perjalanan menyusuri napak tilas perjuangan Jenderal Sudirman, sebagai ikhtiar menanamkan cinta tanah air bagi generasi muda,” tutur Abah BP sapaan akrabnya, dengan penuh ketegasan.

Menurutnya, Kediri–Bajulan menghadirkan tantangan fisik yang memacu adrenalin, sekaligus menawarkan pengalaman edukatif yang kaya dengan nilai perjuangan. Event ini terbuka bagi siapa saja, dengan kuota maksimal 1.000 peserta, baik individu maupun kelompok. Peserta dibagi menjadi dua kategori usia—16–30 tahun dan 31–60 tahun—dengan formasi tiap kelompok terdiri dari 10 orang. Demi keamanan, setiap peserta wajib melampirkan surat keterangan sehat.

Rute perjalanan akan dimulai dari Balai Kota Kediri menuju Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, melewati beberapa pos yang menyimpan cerita sejarah. Setiap langkah yang diayunkan peserta seakan menjadi persembahan kecil untuk mengenang jasa para pahlawan.

Untuk memastikan kelancaran acara, panitia tengah melakukan peninjauan jalur, membersihkan lintasan, dan memberi tanda rute. Persiapan ini diharapkan memberi kesempatan bagi peserta merasakan nuansa napak tilas yang sesungguhnya—autentik dan penuh makna.

“Tantangan terberat tentu lintasan alam, terlebih memasuki musim hujan. Namun justru di situlah letak pesonanya—pengalaman yang menguji, tetapi mengesankan,” tegas Abah BP.

Event ini digelar secara gratis, dan pendaftaran akan dibuka pada 5–15 Desember. Dengan persiapan matang, Kediri–Bajulan diharapkan kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menimba pengalaman berharga, sekaligus menggugah kembali ingatan kolektif akan ketangguhan Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :