KEDIRI — Sebuah bangunan lama yang sempat terlupakan di kawasan Semampir, Kota Kediri, kini menjelma menjadi simpul harapan bagi masa depan generasi.
Polres Kediri Kota melalui Yayasan Kemala Bhayangkari meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semampir 2, sebuah fasilitas yang diproyeksikan menjadi garda depan dalam upaya menekan angka stunting dan memperkuat kualitas kesehatan masyarakat.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan, kehadiran SPPG Semampir 2 merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap agenda besar pemerintah dalam menyiapkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“SPPG ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung program nasional Presiden RI dalam menurunkan stunting sekaligus menyiapkan generasi penerus yang lebih kuat secara fisik dan mental,” ujar AKBP Anggi saat peresmian, Senin (19/01).
Ia mengisahkan, bangunan yang kini berdiri rapi dan fungsional itu sebelumnya hanyalah bangunan kosong bekas rumah makan yang tak lagi terawat.
“Ketika pertama kali kami masuk, kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak berpenghuni dan nyaris terbengkalai. Namun berkat kerja sama dengan berbagai mitra, bangunan ini kini kembali hidup dan memberi manfaat,” tuturnya.
SPPG Semampir 2 dibangun di atas lahan seluas sekitar 718 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 400 meter persegi.
Seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar Badan Gizi Nasional (BGN), guna menjamin kualitas layanan dan keamanan pangan.
Sasaran layanan pun tidak terbatas pada anak usia sekolah. Ibu hamil, ibu menyusui, serta balita turut menjadi kelompok penerima manfaat, sehingga intervensi gizi dilakukan sejak fase paling awal kehidupan.
Dukungan pemerintah daerah pun mengalir kuat. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melalui Asisten I, Syamsul Bahri, menilai keberadaan SPPG memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kualitas generasi Kota Kediri di masa depan.
“Di tempat inilah fondasi kesehatan, kecerdasan, dan daya saing anak-anak kita dibangun — mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP,” ujarnya.
Syamsul menekankan pentingnya pengelolaan yang disiplin dan profesional, dari dapur hingga meja penerima manfaat.
“Saya berharap seluruh tenaga gizi dan pengelola benar-benar mematuhi standar Badan Gizi Nasional. Karena dari ketepatan proses inilah lahir makanan yang aman, sehat, dan bermutu,” tegasnya.
Lebih jauh, SPPG Semampir 2 juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Keterlibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM Kota Kediri diharapkan menciptakan rantai manfaat yang lebih luas.
“Pelayanan gizi berjalan optimal, ekonomi rakyat bergerak, dan keberkahan program ini dirasakan bersama,” imbuhnya.
Ke depan, SPPG Semampir 2 ditargetkan melayani 2.462 penerima manfaat, termasuk siswa dari 17 sekolah di Kota Kediri. Fasilitas ini diharapkan menjadi teladan pelayanan gizi yang profesional, berkelanjutan, serta berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.









