Suasana peringatan Harkordia digelar Kejari Kabupaten Kediri di SMAN 1 Pare (Wildan Wahid Hasyim)

Jaksa Masuk Sekolah Disambut Antusias Ribuan Siswa SMAN 1 Pare, Kajari : Kami Mendukung Pemerintahan Mas Bupati

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suasana riang gembira mewarnai peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia), digelar di SMA Negeri 1 Pare Kabupaten Kediri, Selasa (12/12). Materi dibawakan oleh Tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, rupanya cukup membuat para siswa antusias dan mengikuti acara hingga usai.

Disampaikan Kajari Kabupaten Kediri, Candra Eka Yustisia .S.H, bahwa seiring tema Harkodia pada tahun ini, Maju Membangun Negeri Tanpa Korupsi. Menjadikan semangat tersendiri bagi Korps Adhyaksa, untuk mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

“Kami sengaja memberikan pembekalan kepada pelajar tingkat atas dalam kegiatan rutin Jaksa Masuk Sekolah. Agar paham tentang korupsi serta pencegahaan. Tentunya program ini kami sinergikan sesuai arahan Mas Bupati, mendukung program pembangunan secara fisik juga pembekalan mental terhadap generasi bangsa,” ucap Kajari.

Pemateri diterjunkan, Johan Setya Adiyaksa dari Seksi Intelijen dan Mayang merupakan jaksa fungsional Seksi Tindak Pidana Khusus. Meski dilaksanakan di tengah ujian semester, disampaikan Kepala SMAN 1 Pare, Tajudin Subekti, pihaknya justru menyampaikan terima kasih kepada tim Kejari Kabupaten Kediri.

“Kita memang mempersiapkan anak-anak dan bapak ibu guru untuk bisa ambil bagian dalam sosialisasi Peringatan Hari Anti Korupsi. Inputnya, anak- anak memahami tentang apa itu korupsi dan mereka bisa sadar bahwa korupsi itu tidak benar menurut hukum,” jelasnya

Sinergi Program Printer Kejujuran

Suasana peringatan Harkordia digelar Kejari Kabupaten Kediri di SMAN 1 Pare (Wildan Wahid Hasyim)

Rupanya, program ini sejalan dengan program khusus telah dijalankan di dalam sekolah. Yaitu Printer Kejujuran. Dari fasilitas disediakan pihak sekolah, siswa dituntut untuk jujur membayar secara sukarela, terkait penggunaan jumlah kertas yang mereka gunakan untuk mencetak tugas diberikan sekolah.

“Jadi di sekolah ini ada program khusus Printer Kejujuran. Anak-anak yang setelah ngeprint itu disediakan tempat untuk mengisi atau membayar sendiri berapa total kertas yang digunakan,” terang Tajudin

Lalu apakah materi dibawakan dan membuat siswa cukup antusias? Dijelaskan Johan Setya Adiyaksa, dirinya mencontohkan kehidupan berjalan setiap hari di lingkungan sekolah.

“Jadi aktivitas koruptif itu yang sepele, seperti mencontek lalu uang SPP yang tidak dibayarkan sesuai nominalnya, itu bisa diserbut sebagai perilaku korupsi,” ungkapnya.

Tim Kejari melalui Mayang sehari-harinya merupakan Jaksa Fungsional, juga mengenalkan lembaga resmi di Indonesia yang berhak menindak tindak pidana korupsi. Yang pertama Kepolisian, Kejaksaan dan KPK. Bahwa ini acara ini, bertujuan memberikan pengenalan hukum yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Saat dibuka sesi tanya jawab, hampir semua siswa berusaha mengajukan pertanyaan. Salah satu siswi cukup bersemangat menyimak dan mengajukan pertanyaan, Azalina Fitriani, siswi kelas 10. Diketahui, dia merupakan Duta Anti Korupsi di SMAN 1 Pare.

“Saya tahunya dari media sosial tentang korupsi, lalu diberikan penjelasan oleh wali kelas. Kebetulan saya merupakan ketua kelas, jadi saya menjelaskan kepada teman-teman terkait apa itu korupsi. Hari ini kegiatannya seru banget bisa bertemu langsung dengan ahli hukumnya. Sampai ingin tanya terus, tapi harus gantian sama teman teman lainnya” terangnya

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :