Rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional digelar Pemkot Kediri (Sigit Cahya Setyawan)

Inilah Wujud Nyata Pemkot Kediri Peduli Penyandang Disabilitas

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bentuk perhatian Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial terhadap kelompok penyandang disabilitas tak perlu diragukan lagi. Selain terus menggulirkan bantuan sosial, juga berperan aktif memeriahkan acara digelar organisasi disabilitas di Kota Kediri. Seperti tahun sebelumnya, rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) digelar meriah.

Disampaikan Pulus Luhur Budi Prasetya selaku Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Kediri, rangkaian HDI diselenggarakan lomba cerdas cermat, jalan santai, pemberian bantuan langsung tunai hingga pentas seni. Puncak acara diselenggarakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kediri, Minggu (26/11). Dengan dihadiri Penjabat Wali Kota Dr. Ir. Zanariah dan perwakilan organisasi disabilitas berada di Kota Kediri.

Diantaranya Gema Nurani, Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), Gerakan Tuna Netra Indonesia (Gertuni) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). Dimana semua organisasi ini memiliki cabang di Kota Kediri.

Puncak Acara Hari Disabilitas

Rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional digelar Pemkot Kediri (Sigit Cahya Setyawan)

Pada acara ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri secara simbolik memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 12 Penyandang Disabilitas dengan kategori berat. Didampingi Sekretaris Daerah Bagus Alit, Asisten I Pemerintahan Mandung Sulaksono dan Kasatpol PP Samsul Bahri.

“Hari Disabilitas internasional merupakan momen, perwujudan kita. Memberikan penghormatan dan penghargaan tinggi kepada teman-teman penyandang disabilitas di Kota Kediri. Berdasarkan data terdapat 1.871 penyandang disabilitas di Kota Kediri. Tahun ini disalurkan bansos dengan kecacatan berat diberikan kepada 42 penerima senilai Rp. 500.000 per bulan selama setahun. Selain itu juga bantuan kepada beberapa organisasi sebesar 30-35 juta per tahun,” jelas Kadinsos.

Saat memberikan sambutan, Zanariah menyampaikan pesan untuk tetap menjaga semangat bagi penyandang disabilitas. Termasuk kepada masih duduk di bangku sekolah, untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Pesan saya untuk adik-adik yang masih sekolah tetap semangat belajar, karena tidak ada yang tidak mungkin. Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menjadikan Kota Kediri ramah disabilitas. Kita ada sekolah inklusi SMP 9 Kota Kediri. Semua pelayanan publik kita transformasi agar mudah dijangkau disabilitas. Secara berkala Pemkot sudah melakukan pendampingan dan pelatihan hingga bantuan modal untuk mengembangkan ketrampilan dan usaha sehingga bisa ikut hadir dalam memainkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri,” ujarnya.

Ditegaskan Pulus Luhur Budi Prasetya dikonfirmasi usai acara, bahwa Dinas Sosial telah melaksanakan berbagai program kegiatan untuk penyandang disabilitas. Anggaran tersebut bersumber APBN dan APBD. Diantaranya bansos kedisabilitasan berat 42 orang penerima manfaat, bansos biaya hidup 166 orang penerima manfaat, bansos pemerintah pusat 39 unit sepeda listrik roda tiga, perlengkapan pijat dan perlengkapan usaha.

“Lalu ada pula bansos untuk organisasi disabilitas, pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, dan fasilitasi rehabilitas ke lembaga kesejahteraan sosial,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Zanariah juga melihat langsung karya para penyandang disabilitas yang dipamerkan. Terlihat Penjabat Wali Kota Kediri cukup kagum melihat semua karya UMKM dihasilkan para warga berkebutuhan khusus.

Jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :