Calon Bupati Kediri, Mas DHito sungkem Nyai Hajjah Lailatul Badriyah (istimewa)

Ini Alasan Ibunda Ketua PCNU dan Ibu Nyai se-Kabupaten Kediri Dukung Dhito-Dewi di Pilkada 2024

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badrul Falah Ploso, Nyai Hajjah Lailatul Badriyah menyatakan dukungan penuh terhadap calon bupati – wakil bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa di Pilkada 2024.

Nyai Bad demikian sapaan akrabnya, yang juga ibunda Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH. Muhammad Ma’mun. Menjelaskan alasan atas dukungan secara pribadi, tak lepas dari perhatian Mas Dhito terhadap lingkungan pondok pesantren berada di Desa Ploso Kecamatan Mojo. Terutama janji atas pembangunan Jembatan Ngadi sebagai akses bagi kalangan santri.

“Ini pilihan saya. Saya tidak nurut siapa-siapa sama sekali. Saya yakin mendukung Mas Dhito karena kalah dengan janji (Jembatan Ngadi),” ungkapnya, saat digelar acara pertemuan di salah satu hotel di Kota Kediri, Rabu kemarin.

Lebih lanjut, Nyai Bad mengatakan program yang digagas Mas Dhito menjabat sebagai bupati Kediri di periode pertama telah dapat dirasakan oleh masyarakat terutama kalangan santri. Padahal, di Kabupaten Kediri terdapat sekitar 200 pondok pesantren.

“Sudah teruji lima tahun merasakan dukungan (Mas Dhito) kepada kita. Mas Dhito memiliki roso dengan santri yang begitu banyaknya,” kata Nyai Bad.

Sosok Pemimpin Komitmen

Pada periode pertama, Mas Dhito berkomitmen memberikan program bantuan sosial, pelatihan keterampilan kepada santri, hingga menyalurkan insentif bagi guru madin. Begitu pun dengan pembangunan Jembatan Ngadi sebagai akses penghubung wilayah di sekitar pondok.

Untuk itu, Nyai Bad berharap program-program yang bermanfaat dan menyentuh ke masyarakat tersebut supaya terus dilanjutkan jika Mas Dhito kembali terpilih di Pilkada serentak 2024 mendatang.

“Mudah-mudahan Mas Dhito akan selalu seperti itu,” harap Nyai Bad.

Tidak hanya Nyai Bad, dukungan secara kompak itu juga diberikan segenap para ibu nyai dan nawaning se-Kabupaten Kediri. Pengasuh Pondok Pesantren Taman Santri Ar-Rahman Iza Nurul Fitria menyebut. Dukungan itu tak lepas dari perhatian Mas Dhito terhadap lingkup pondok pesantren.

“Bagi kami itu yang bisa mengayomi, bisa memikirkan bagaimana keberadaan dan perkembangan lingkup pondok pesantren,” terangnya.

Menanggapi dukungan para nyai dan nawaning, Mas Dhito mengatakan dukungan itu merupakan suatu kehormatan baginya. Dukungan itupun menjadi bukti nyata kedekatannya dengan lingkungan pondok pesantren.

Dengan dukungan itu, pihaknya juga mendapat amanah terkait program-program yang selama ini telah dijalankan supaya dilanjutkan di periode kedua. Seperti insentif guru keagaman yang sebelumnya telah disalurkan 8.700 penerima, pemerataan bantuan sosial, dan melatih kemandirian para santri.

“Itu yang paling mendasar. Kebutuhan untuk pondok pesantren,” tegasnya. (*)

Bagikan Berita :