suasana haul di Makam Datuk Tan Malaka (Anisa Fadila)

Haul ke-77 Tan Malaka di Kediri, Seruan Rawat Nalar di Tengah Disinformasi

Bagikan Berita :

KEDIRI — Langkah para peziarah menuju pusara Tan Malaka di Selopanggung, Kediri, pada Sabtu (14/2), berlangsung khidmat. Alunan puisi yang dibacakan sepanjang perjalanan menandai peringatan 77 tahun wafatnya salah satu tokoh bangsa tersebut. Suasana mendung kemudian berubah rintikan hujan mewarnai Kediri dan sekitarnya.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya merawat warisan pemikiran Tan Malaka, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi yang kerap membingungkan masyarakat.

Peringatan yang biasanya dilaksanakan setiap 21 Februari itu sengaja dimajukan karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan puisi karya Imam Mubarok atau Gus Barok berjudul Madilog dalam Darah Perjuangan. Puisi tersebut dilantunkan sembari peserta berjalan menuju pusara, menciptakan suasana reflektif dan penuh penghormatan.

Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan pembacaan biografi singkat, tahlil, serta tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan gagasan sang tokoh.

Momentum Merawat Gagasan

Ketua Tan Malaka Institute Jawa Timur, Imam Mubarok, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, haul ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat berpikir kritis dan rasional sebagaimana diajarkan Tan Malaka.

“Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan berpikir di tengah dunia yang dipenuhi disinformasi dan masyarakat yang kerap terbelah oleh kepentingan sempit,” ujarnya.

Ia menilai, masyarakat perlu kembali menumbuhkan tradisi berpikir logis yang berpijak pada realitas sosial. Meski Tan Malaka gugur di Kediri, pemikirannya dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di era banjir informasi.

Imam juga mengingatkan pentingnya budaya membaca sebagai benteng agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

“Membaca menjadi kunci agar kita tidak salah arah. Informasi harus dipilah dan direnungkan terlebih dahulu. Arus informasi saat ini sangat cepat dan berpotensi menimbulkan kebingungan,” katanya.

Literasi dan Peran Generasi Muda

Semangat literasi tersebut juga disampaikan Lutfita, mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri, yang turut ambil bagian dalam acara sebagai pembaca puisi. Ia menilai, kemampuan memilah informasi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda.

“Sebagai mahasiswa, saya berusaha meningkatkan literasi dengan lebih banyak membaca. Setiap informasi harus dipikirkan dan dicerna dulu, tidak langsung dipercaya,” tuturnya.

Lutfita mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Baginya, haul Tan Malaka bukan hanya ruang mengenang sejarah, tetapi juga sarana memperkuat kesadaran berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Ia menilai keterlibatan generasi muda penting agar nilai perjuangan tidak terputus oleh waktu.

Peringatan ke-77 ini juga dihadiri sejumlah keluarga yang membawa anak-anak mereka. Salah satunya Fauzi, warga Kwadungan, yang datang bersama istri dan dua putrinya.

“Saya mengajak keluarga untuk mengenalkan sejarah sejak dini. Sekalian belajar tentang sejarah Kediri, khususnya Tan Malaka,” ujarnya.

Menurut Fauzi, kegiatan bernuansa edukatif dan religius di ruang terbuka seperti ini membantu anak-anak memahami nilai perjuangan secara lebih dekat dan kontekstual. Ia berharap generasi mendatang tetap memiliki kesadaran akan jasa para pahlawan serta tidak tercerabut dari akar sejarah bangsa.

Haul ke-77 Tan Malaka menjadi ajang perjumpaan lintas generasi, mulai dari tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga keluarga. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat budaya membaca, berpikir kritis, dan menjaga kemerdekaan nalar.

Melalui doa dan penghormatan di pusara sang pemikir bangsa, para peserta diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, melainkan tanggung jawab yang harus terus dirawat—dengan literasi, kesadaran, dan keberanian berpikir mandiri.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :