Pelaku RP diamankan di Mapolres Kediri (Wildan Wahid Hasyim)

Gegara Aplikasi Bocah Bawah Umur Korban Pelecehan Seksual, Tangan Diborgol Pelaku Bergaya Perempuan Seksi

KEDIRI – Modus penipuan via media sosial berimbas pelecehan seksual, berhasil dibongkar Satreskrim Polres Kediri. Korbannya OW masih berusia 16 tahun dan pelakunya RP usia 29 tahun yang menyamar sebagai wanita. Tangan korban sempat diborgol namun berhasil dilepas salah satunya, kemudian meminta pertolongan lewat orangtuanya.

Disampaikan Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto melalui Kasat Reskrim AKP Fauzy Pratama, kejadian ini berlangsung pada Jumat kemarin. Korban awalnya menggunakan salah satu aplikasi dengan tujuan ingin berkenalan dengan seseorang. Kemudian pelaku memamerkan video perempuan dengan tubuh seksi melalui aplikasi tersebut.

“Awalnya mereka berkenalan via aplikasi mi chat. Pada saat berkenalan tersebut pelaku menyamar sebagai wanita dengan nama Ajeng. Pada sesi perkenalan itu pelaku mengirimkan video mesum untuk menarik korban,” jelas Kasat Reskrim, Selasa (16/05).

Setelah itu, korban diajak ketemuan pada jumat malam dan berpura – pura sebagai tetangga Ajeng. Selanjutnya pelaku berdalih mengantarkan korban ke rumah kontrakan dihuni perempuan seksi ini.

“Akhirnya pelaku menjemput korban dan dia mengaku sebagai suruhannya pelaku. Sampai kontrakan di sekitar tertek. Korban disuruh di luar. Pelaku masuk lewat pintu belakang. Lantas dia berganti pakai wik dan daster. Terus korban disuruh masuk rumah dan di dalam rumah, pakaiannya dilepas semua,” jelasnya

Korban sempat diborgol tangannya oleh pelaku agar tidak melarikan diri. Untungnya satu tangan korban lepas dari borgol dan bisa mengirim video lokasi kejadian. Akhirnya Unti Resmob Polres Kediri dapat melacak lokasi tersebut.

“Sekitar besoknya jam 10 pagi korban bangun, ternyata pelaku juga sudah bangun. Borgol sudah dilepas. Tinggal satu borgol dan dia diam-diam mem-vidio lalu dikirim ke ayahnya yang berada di semarang. Akhirnya ayah korban meminta bantuan polisi, akhirnya tim Resmob datang lokasi karena  ada share lokasi. Saat digedor-gedor, korban awalnya disuruh diam sama pelaku,” jelas Kanit PPA Ipda Hery Wiyono

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Editor : Nanang Priyo Basuki